[ditty id=593]

 

Dua Doa Khusus Malam Nisfu Sya‘ban, Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Istimewa

Gambar Istimewa

IkhbarNusantara Umat Islam telah memasuki bulan Sya‘ban 1447 H pada 20 Januari 2025, berdasarkan pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Dengan demikian, malam Nisfu Sya‘ban bertepatan dengan Senin malam, 3 Februari 2026.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT pada malam Nisfu Sya‘ban, khususnya dengan bermunajat dan memanjatkan doa. Berkaitan dengan hal tersebut, Syekh Abdul Qadir al-Jilani memanjatkan doa khusus yang beliau peroleh dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Doa tersebut termaktub dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin, dan dikutip oleh Ustadz Mubassyarum Bih dalam artikelnya berjudul Doa Syekh Abdul Qadir al-Jilani di Malam Nisfu Sya‘ban.

Berikut doa malam Nisfu Sya‘ban yang dipanjatkan Syekh Abdul Qadir al-Jilani dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib:

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, mashâbîhil hikmati wa mawâlin ni‘mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘alâ ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amrî hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fa inna maghfirataka lidh dhâlimîn, wa anâ minadh dhâlimîn. Allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa‘uka, fa innaka al-wâsi‘atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu. Fa a‘thinî as-sa‘ata wad-da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wat-taqwâ. Wa afrighi ash-shabra wash-shidqa ‘alayya wa ‘alâ auliyâ’î fîka. Wa a‘thinî al-yusra walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra. Wa a‘imma bidzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, pelita-pelita hikmah, para pemilik nikmat, dan sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka. Janganlah Engkau menghukumku karena kelengahan dan kelalaian. Jangan Engkau jadikan akhir urusanku sebagai kerugian dan penyesalan. Ridailah aku, sebab ampunan-Mu diperuntukkan bagi orang-orang zalim, dan aku termasuk di antara mereka.

Ya Allah, ampunilah aku atas dosa-dosa yang tidak merugikan-Mu, dan anugerahkanlah kepadaku apa yang tidak memberi manfaat bagi-Mu. Sesungguhnya rahmat-Mu Maha Luas dan hikmah-Mu Maha Indah. Berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, rasa syukur, perlindungan, dan ketakwaan. Curahkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku serta kepada orang-orang yang Engkau cintai karena-Mu. Berilah aku kemudahan dan jangan Engkau sertakan kesulitan bersamanya. Limpahkan pula semua itu kepada keluargaku, anak-anakku, saudara-saudaraku karena-Mu, serta orang-orang yang melahirkanku dari kalangan kaum Muslimin, Muslimat, Mukminin, dan Mukminat.”

Selain doa tersebut, terdapat pula doa lain yang dianjurkan untuk diaminkan pada malam Nisfu Sya‘ban. Doa ini termaktub dalam Kitab Perukunan Melayu, dan disertakan oleh Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam artikelnya berjudul Doa Nisfu Sya‘ban Berjamaah Versi Perukunan Melayu.

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ

اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا (كَتَبْتَنِيْ) عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مَطْرُوْدِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا (شَقَاوَتِيْ) وَحِرْمَانَنَا  (وَحِرْمَانٍيْ) وَطَرْدَنَا (وَطَرْدٍي) وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا (َوَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ)، وَأَثْبِتْنَا (وَأَثْبِتْنِيْ) عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنَزَّلِ عَلَى نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا” يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ

إِلَهَنَا (ِإِلَهِيْ) بِالتَّجَلِّيِ الأَعْظَمِ، فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ المُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، اِصْرِفْ عَنَّا (عَنِّيْ) مِنَ البَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika, yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thawli wal in‘ām. Lā ilāha illā anta, zhahral lāji’īna, wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn.

Allāhumma in kunta katabtanā (katabtani) ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a, au mahrūmīna, au mathrūdīna, au muqattarīna ‘alaynā fir rizqi, famhullāhumma bi fadhlika fī ummil kitābi syaqāwatanā (syaqāwatī), wa hirmānanā (hirmānī), wa thardhanā (thardī), waqtitāra rizqinā (waqtitāra rizqī), wa atsbitnā (wa atsbitnī) ‘indaka fī ummil kitābi su‘adā’a, marzūqīna, muwaffaqīna lil khairāt.

Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munazzali ‘alā nabiyyikal mursali:
“Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.”

Ilāhanā (Ilāhī), bit tajallil a‘zham fī laylatin nishfi min syahri Sya‘bānal mukarrami, allatī yufraqu fīhā kullu amrin hakīmin wa yubram, ishrif ‘annā (‘annī) minal balā’i mā na‘lamu wa mā lā na‘lamu, wa anta ‘allāmul ghuyūb, bi rahmatika yā arhamar rāhimīn.

Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama.

Artinya :

“Wahai Tuhan kami Yang Maha Pemberi, sementara Engkau tidak pernah diberi. Wahai Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Pemilik kekayaan dan segala anugerah. Tidak ada Tuhan selain Engkau, tempat bersandar orang-orang yang berlindung, pelindung bagi mereka yang mencari perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang ketakutan.

Ya Allah, apabila Engkau mencatat kami/aku di sisi-Mu dalam Lauh Mahfuzh sebagai orang-orang yang celaka, terhalang rezekinya, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu segala kecelakaan, keterhalangan, keterusiran, dan kesempitan rezeki tersebut. Tetapkanlah kami/aku di sisi-Mu sebagai orang-orang yang berbahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan berbagai kebaikan.

Sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar dalam Kitab Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang diutus: ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Lauh Mahfuzh.’

Wahai Tuhan kami/ku, dengan tajalli-Mu yang Maha Agung pada malam pertengahan bulan Sya‘ban yang mulia, malam ketika setiap urusan yang penuh hikmah diputuskan dan ditetapkan, palingkanlah dari kami/aku segala bala dan musibah yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.”

Sebagai catatan, lafaz yang berada di dalam tanda kurung dibaca secara individu, sedangkan lafaz di luar tanda kurung dibaca secara berjamaah, khususnya ketika dipimpin oleh imam.

Ustadz Alhafiz Kurniawan menyampaikan bahwa doa Nisfu Sya‘ban tersebut umumnya dipanjatkan setelah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali, seusai shalat Maghrib.

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SANTRI BERPRESTASI: SALWA WULANDARI RAIH JUARA HARAPAN 1 DI AJANG NASIONAL
Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad Lolos Google Student Ambassador 2026, Mahasiswa STAI KH Badruzzaman Tembus Program Global
Santri Muda Asal Pesantren Miftahulhuda Al Musri’ Lolos Google Student Ambassador 2026
Cak Imin Geram Jaksa Nilai Kreativitas Rp0: “Ini Bisa Lumpuhkan Masa Depan Industri Kreatif Indonesia!”
TNI Gugur Ditembak Israel di Lebanon, RI Kecam Keras dan Desak Investigasi Transparan
Komnas HAM Belum Tetapkan Status Kasus Andrie Yunus, DPR Minta Kejelasan
Resmi Berlaku! PP Tunas Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Breaking News: Eks Menhan Juwono Sudarsono Wafat di Usia 84 Tahun, Indonesia Kehilangan Negarawan dan Cendekiawan Besar

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:23 WIB

SANTRI BERPRESTASI: SALWA WULANDARI RAIH JUARA HARAPAN 1 DI AJANG NASIONAL

Minggu, 5 April 2026 - 11:11 WIB

Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad Lolos Google Student Ambassador 2026, Mahasiswa STAI KH Badruzzaman Tembus Program Global

Kamis, 2 April 2026 - 05:50 WIB

Santri Muda Asal Pesantren Miftahulhuda Al Musri’ Lolos Google Student Ambassador 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 23:03 WIB

Cak Imin Geram Jaksa Nilai Kreativitas Rp0: “Ini Bisa Lumpuhkan Masa Depan Industri Kreatif Indonesia!”

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:11 WIB

Komnas HAM Belum Tetapkan Status Kasus Andrie Yunus, DPR Minta Kejelasan

Berita Terbaru