[ditty id=593]

 

TNI Gugur Ditembak Israel di Lebanon, RI Kecam Keras dan Desak Investigasi Transparan

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar hanya sebagai ilustrasi berita.

Gambar hanya sebagai ilustrasi berita.

Jakarta, IkhbarNusantara

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengonfirmasi satu personel pasukan perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur akibat tembakan militer Israel saat menjalankan misi di Lebanon Selatan. Dalam insiden tersebut, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis ini terjadi saat pasukan TNI bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Adchit Al Qusayr pada Ahad (29/3/2026).

Merespons kejadian itu, Indonesia menyampaikan kecaman keras serta mendesak adanya penyelidikan menyeluruh. “Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” tulis pernyataan resmi Kemlu pada Senin (30/3/2026).

Pemerintah turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia. Penghormatan diberikan atas dedikasi dan pengabdian almarhum dalam menjaga stabilitas keamanan internasional.

“Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka. Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” jelasnya.

Indonesia juga menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dijamin sesuai hukum internasional. “Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” tegasnya.

Selain kecaman, Indonesia menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon serta penghentian serangan terhadap warga sipil. “Menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” jelasnya.

Pemerintah memastikan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama,” sambungnya.

Indonesia di Panggung Perdamaian Global

Di tengah eskalasi konflik, Indonesia juga memperkuat perannya dalam diplomasi internasional melalui keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Keanggotaan tersebut diumumkan bersama sejumlah negara mayoritas Muslim pada 22 Januari 2026, termasuk Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung rekonstruksi dan stabilisasi Gaza secara berkelanjutan, dengan fokus pada pemulihan kehidupan sipil, pembangunan institusi, dan perlindungan hak rakyat Palestina.

“Kami berkomitmen untuk memastikan keberhasilannya. Kami memahami bahwa akan ada banyak hambatan dan berbagai kesulitan, namun kami sangat optimistis dengan kepemimpinan Presiden Trump,” ujarnya dalam pertemuan perdana BoP di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026.

Adapun anggota BoP meliputi Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Pakistan, Argentina, dan Israel.

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur
Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres
Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati
MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan
KPK Tetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:18 WIB

PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan

Berita Terbaru