[ditty id=593]

 

PKS Respons Dukungan PAN untuk Prabowo Dua Periode, Fokus Kawal Pemerintahan hingga 2029

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa Sekjen PKS

Foto Istimewa Sekjen PKS

Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid menanggapi pernyataan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyatakan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Kholid menegaskan, saat ini PKS masih berfokus mengawal jalannya pemerintahan Prabowo hingga masa jabatan berakhir pada 2029. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan saat ini menjadi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

“Insyaallah kami dukung keberhasilan Presiden Prabowo memimpin pemerintahan hingga 2029 nanti. Karena keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo adalah kegembiraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Kholid kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Lebih lanjut, Kholid menyebut PKS belum membahas langkah politik terkait Pilpres 2029. Ia menilai pembicaraan mengenai kontestasi lima tahun mendatang masih terlalu dini.

“Terkait Pilpres 2029 kami belum ada pembahasan,” katanya.

Ia menambahkan, fokus utama partainya saat ini adalah memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik serta target-target pembangunan nasional dapat tercapai sesuai rencana pemerintah.

“Fokus kami saat ini adalah mengawal jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo agar sukses dan sesuai dengan yang ditargetkan dan direncanakan oleh pemerintah,” sambungnya.

Kholid juga menjelaskan bahwa berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKS, keputusan strategis terkait Pilpres merupakan kewenangan Majelis Syuro. Sementara Dewan Pengurus Pusat (DPP) hanya menjalankan keputusan yang telah ditetapkan lembaga tertinggi partai tersebut.

“Hingga saat ini, belum ada pembahasan terkait pilpres di Majelis Syuro,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno memastikan bahwa PAN akan kembali mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Ia menegaskan PAN merupakan satu-satunya partai di luar Gerindra yang konsisten mendukung Prabowo dalam tiga kali pemilihan presiden.

“Saya kira Pak Zulkifli Hasan, ketua umum saya, pun dari awal sudah mengatakan bahwa PAN itu tidak ada urusan untuk permasalahan siapa yang akan kita dukung nanti di pilpres yang akan datang,” ujar Eddy kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Meski demikian, Eddy menyebut soal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada 2029 masih bergantung pada dinamika kerja sama dan simbiosis politik di antara partai-partai pendukung.

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur
Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres
Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati
MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan
KPK Tetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:18 WIB

PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan

Berita Terbaru