[ditty id=593]

 

Presiden Prabowo Soroti Kasus Tragis Siswa SD di NTT, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Foto istimewa Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri.

Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan meminta agar pemerintah segera melakukan penanganan cepat, khususnya kepada keluarga korban.

“Bapak Presiden menaruh atensi besar dan meminta kami untuk berkoordinasi agar kejadian seperti ini bisa diantisipasi ke depan. Kita harus meningkatkan kepedulian sosial di semua tingkatan,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalin koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Sosial, guna memastikan adanya pendampingan serta langkah-langkah konkret bagi keluarga korban.

“Kami sudah berkoordinasi untuk melakukan penanganan terhadap keluarga dan memikirkan agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” lanjutnya.

Pemerintah Tunggu Pendalaman Kepolisian

Prasetyo menambahkan, pemerintah saat ini masih menunggu hasil pendalaman dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti tragedi tersebut. Menurutnya, penjelasan resmi sebaiknya disampaikan aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kemiskinan Ekstrem Jadi Perhatian Serius

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap kondisi sosial di NTT, yang diketahui memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia.

Ia menekankan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Jika memang ini berkaitan dengan faktor kemiskinan, maka itulah alasan pemerintah bekerja sangat keras agar sesegera mungkin tidak ada lagi saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan,” ucapnya.

Evaluasi Bansos dan Pendataan Warga Rentan

Prasetyo menyebut berbagai intervensi sosial terus didorong, terutama bagi kelompok masyarakat paling rentan. Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, khususnya terkait skema bantuan sosial dan pendataan penerima manfaat.

“Melalui kepala desa atau kepala dusun yang terus melakukan monitoring dan melaporkan apabila ada warga yang belum tercatat sebagai penerima manfaat program pemerintah,” jelasnya.

Peran Sekolah dan Kesehatan Mental Anak

Pemerintah juga berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengingat korban masih berada di usia sekolah. Prasetyo menilai peran sekolah sangat krusial, tidak hanya dalam aspek pendidikan, tetapi juga dalam perhatian terhadap kesehatan mental siswa.

“Selain faktor keluarga dan lingkungan, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan perhatian terhadap kondisi mental anak-anak,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mencari langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

“Semua upaya akan kita lakukan untuk mengantisipasi agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur
Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres
Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati
MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan
KPK Tetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:18 WIB

PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan

Berita Terbaru