[ditty id=593]

 

Aksi “Tolak LGBT di Tatar Santri” Digelar di DPRD Cianjur, Massa Gelar Audiensi

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa yang tergabung dalam perwakilan ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan pon- dok pesantren, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Cianjur untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan dan pencegahan aktivitas penyebaran LGBT di Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026).

Massa yang tergabung dalam perwakilan ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan pon- dok pesantren, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Cianjur untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan dan pencegahan aktivitas penyebaran LGBT di Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026).

IkhbarNusantara — Aksi damai bertajuk “Tolak LGBT di Tatar Santri” digelar sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga dakwah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026).

Aksi yang berlangsung mulai sekitar pukul 12.30 WIB itu berjalan tertib dengan pengamanan aparat kepolisian. Para peserta aksi tampak mengenakan pakaian serba putih selama menyampaikan aspirasi.

Dalam orasinya, peserta menyerukan pentingnya menjaga nilai-nilai agama, moral, dan budaya yang mereka yakini. Mereka juga meminta pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Cianjur memperhatikan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Baca Juga : Menko PM Luncurkan Pembangunan 10.000 MCK Pesantren, Dorong Transformasi Santri yang Sehat dan Berdaya

Setelah aksi penyampaian aspirasi, sejumlah perwakilan massa mengikuti audiensi bersama anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Dalam forum tersebut, perwakilan peserta menyampaikan tuntutan dan aspirasi secara langsung kepada pihak legislatif.

Koordinator Lapangan, Ustaz Sobihim, menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat dengan cara damai dan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan konstitusional. Harapan kami, aspirasi masyarakat ini dapat didengar dan menjadi perhatian DPRD serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Massa yang tergabung dalam perwakilan ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan pon- dok pesantren, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Cianjur untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan dan pencegahan aktivitas penyebaran LGBT di Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026).

Salah seorang orator, Dr. H. Ahmad Yani, turut menyampaikan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban serta menghormati hukum dalam menyampaikan aspirasi.

Dalam audiensi tersebut, pihak DPRD Kabupaten Cianjur mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung kondusif. Perwakilan DPRD menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan dipelajari untuk kemudian disampaikan kepada alat kelengkapan dewan.

“Ya! Serta pemerintah daerah sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.

DPRD Kabupaten Cianjur juga menegaskan keterbukaannya dalam menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat. Berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan diproses berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Nah! Akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku,” ujar salah seorang perwakilan anggota DPRD dalam forum audiensi, Wakil DPRD Kabupaten Cianjur, H Lepi.

Baca Juga : Peserta Wisuda Kelas Jauharul Muqorobin Mulai Persiapkan Lapangan Jelang Wisuda dan Bai’at Khoerul Mukhtarin 12 September 2026

Setelah hasil audiensi disampaikan kepada peserta, aksi kemudian berakhir dengan tertib. Massa membubarkan diri secara damai dengan mengikuti arahan petugas keamanan.

Penulis : aljawadd_

Editor : Mulki Algifari

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Makam Masyayikh Tebuireng Dibuka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU
Muktamar NU ke-35 di Jombang Dimulai 26 Agustus, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
BEM UI Demo di Jakarta, Kritik Pemerintah dan Sampaikan 8 Tuntutan
Kejagung Periksa 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Yaqut Cholil Qoumas Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji 2024
Sidang Perdana Gus Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Digelar Hari Ini
MA IPNU Gelar Silatnas 2026, 11 Tokoh Bursa Ketum PBNU Bahas Arah NU Abad Kedua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:38 WIB

Makam Masyayikh Tebuireng Dibuka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:13 WIB

Muktamar NU ke-35 di Jombang Dimulai 26 Agustus, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BEM UI Demo di Jakarta, Kritik Pemerintah dan Sampaikan 8 Tuntutan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kejagung Periksa 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Berita Terbaru