[ditty id=593]

 

Sidang Perdana Gus Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Digelar Hari Ini

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa Gus Yaqut saat masuk ruang sidang

Terdakwa Gus Yaqut saat masuk ruang sidang

JAKARTA, IkhbarNusantara — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, Selasa (11/8/2026).

Sidang tersebut berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan periode 2023-2024. Agenda persidangan perdana yakni pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Gus Yaqut tiba di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta sekitar pukul 09.21 WIB. Ia terlihat mengenakan rompi oranye khas tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga : MA IPNU Gelar Silatnas 2026, 11 Tokoh Bursa Ketum PBNU Bahas Arah NU Abad Kedua

Setibanya di ruang sidang Muhammad Hatta Ali, sejumlah simpatisan telah menunggu kedatangan Gus Yaqut. Saat mantan Menteri Agama tersebut memasuki ruang persidangan, para simpatisan kemudian bersama-sama melantunkan Shalawat Asyghil.

Gus Yaqut menyatakan kesiapannya mengikuti proses persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

“InsyaAllah siap,” kata Gus Yaqut di ruang sidang, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga : Aksi “Tolak LGBT di Tatar Santri” Digelar di DPRD Cianjur, Massa Gelar Audiensi

Dalam perkara ini, Gus Yaqut bukan satu-satunya terdakwa. Terdapat tiga terdakwa lain yang turut menjalani proses hukum, yakni mantan staf khusus Gus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex; Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham; serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri sekaligus Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan surat dakwaan yang dibacakan JPU akan menjelaskan peran masing-masing terdakwa dalam perkara dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga : Menko PM Luncurkan Pembangunan 10.000 MCK Pesantren, Dorong Transformasi Santri yang Sehat dan Berdaya

“JPU tentu akan menguraikan fakta-fakta dan alat bukti yang menjadi dasar dakwaan, termasuk dugaan aliran pemberian ataupun penerimaan sejumlah uang sebagaimana ditemukan dalam proses penyidikan, serta sangkaan pasal yang didakwakan kepada masing-masing terdakwa sesuai dengan peran dan perbuatan yang diduga dilakukan,” ujar Budi dalam keterangannya.

Penulis : aljawadd_

Editor : Mulki Algifari

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur
Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres
Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati
MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan
KPK Tetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:18 WIB

PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan

Berita Terbaru