IkhbarNusantara — Aksi damai bertajuk “Tolak LGBT di Tatar Santri” digelar sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga dakwah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026).
Aksi yang berlangsung mulai sekitar pukul 12.30 WIB itu berjalan tertib dengan pengamanan aparat kepolisian. Para peserta aksi tampak mengenakan pakaian serba putih selama menyampaikan aspirasi.
Dalam orasinya, peserta menyerukan pentingnya menjaga nilai-nilai agama, moral, dan budaya yang mereka yakini. Mereka juga meminta pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Cianjur memperhatikan aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Baca Juga : Menko PM Luncurkan Pembangunan 10.000 MCK Pesantren, Dorong Transformasi Santri yang Sehat dan Berdaya
Setelah aksi penyampaian aspirasi, sejumlah perwakilan massa mengikuti audiensi bersama anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Dalam forum tersebut, perwakilan peserta menyampaikan tuntutan dan aspirasi secara langsung kepada pihak legislatif.
Koordinator Lapangan, Ustaz Sobihim, menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat dengan cara damai dan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan konstitusional. Harapan kami, aspirasi masyarakat ini dapat didengar dan menjadi perhatian DPRD serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Salah seorang orator, Dr. H. Ahmad Yani, turut menyampaikan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban serta menghormati hukum dalam menyampaikan aspirasi.
Dalam audiensi tersebut, pihak DPRD Kabupaten Cianjur mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung kondusif. Perwakilan DPRD menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan dipelajari untuk kemudian disampaikan kepada alat kelengkapan dewan.
“Ya! Serta pemerintah daerah sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.
DPRD Kabupaten Cianjur juga menegaskan keterbukaannya dalam menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat. Berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan diproses berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Nah! Akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku,” ujar salah seorang perwakilan anggota DPRD dalam forum audiensi, Wakil DPRD Kabupaten Cianjur, H Lepi.
Setelah hasil audiensi disampaikan kepada peserta, aksi kemudian berakhir dengan tertib. Massa membubarkan diri secara damai dengan mengikuti arahan petugas keamanan.
Penulis : aljawadd_
Editor : Mulki Algifari























Komentar