IkhbarNusantara – Pemerintah memastikan ketersediaan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap menjadi perhatian di tengah meningkatnya konsumsi Pertalite. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut menanggapi munculnya opsi penambahan kuota BBM subsidi jenis Pertalite.
Suahasil menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan ketersediaan volume BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau untuk ketersediaan volume sih pasti kan pasti akan dipastikan, udah itu aja,” kata Suahasil usai menghadiri acara acara Danantara Technology Innovation Investment Forum, Senin (26/10/2026).
Mengutip Kompas, pemerintah saat ini tengah mengkaji kemungkinan penambahan kuota Pertalite menyusul peningkatan konsumsi masyarakat setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Pertalite meningkat sebesar 12,92 persen pada Juli 2026 dibandingkan dengan rata-rata penyaluran sebelum kenaikan harga Pertamax.
Konsumsi Pertalite Meningkat, Pemerintah Kaji Tambahan Kuota
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut penambahan kuota Pertalite diperlukan untuk mengantisipasi peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
“Ada kenaikan (kuota). Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Masih kami kaji,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Bahlil menjelaskan, kenaikan harga BBM yang terjadi sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, mendorong sebagian pengguna BBM nonsubsidi beroktan RON 92, seperti Pertamax, beralih menggunakan Pertalite.
Peralihan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan konsumsi Pertalite. Kondisi ini membuat pemerintah perlu mengevaluasi kebutuhan kuota agar pasokan BBM bersubsidi tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.
Penambahan Kuota Dikaji pada Akhir Oktober
Pemerintah berencana melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap kebutuhan penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026. Selain memperhitungkan peningkatan konsumsi, pemerintah juga telah menelaah kesiapan anggaran untuk mendukung kemungkinan penyesuaian kuota tersebut.
Bahlil menyebut evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan konsumsi Pertalite yang mengalami peningkatan.
“Untuk pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise di akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan,” ucap Bahlil.
Hasil kajian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya terkait kuota BBM bersubsidi.
Peningkatan konsumsi Pertalite menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan dengan ketersediaan pasokan dan pengelolaan anggaran subsidi energi. Karena itu, keputusan mengenai penambahan kuota akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus kemampuan anggaran negara.
Penulis : aljawadd_
Editor : Luthfi M Fikri Al Zawad





















Komentar