[ditty id=593]

 

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite, Konsumsi Naik 12,92 Persen

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Suahasil Nazara


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanggapan Menkeu Suahasil Soal Opsi Tambahan Subsidi Kuota Pertalite, https://www.tribunnews.com/bisnis/7902572/tanggapan-menkeu-suahasil-soal-opsi-tambahan-subsidi-kuota-pertalite.
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin

Menteri Keuangan Suahasil Nazara Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanggapan Menkeu Suahasil Soal Opsi Tambahan Subsidi Kuota Pertalite, https://www.tribunnews.com/bisnis/7902572/tanggapan-menkeu-suahasil-soal-opsi-tambahan-subsidi-kuota-pertalite. Penulis: Nitis Hawaroh Editor: Choirul Arifin

IkhbarNusantara – Pemerintah memastikan ketersediaan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap menjadi perhatian di tengah meningkatnya konsumsi Pertalite. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut menanggapi munculnya opsi penambahan kuota BBM subsidi jenis Pertalite.

Suahasil menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan ketersediaan volume BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau untuk ketersediaan volume sih pasti kan pasti akan dipastikan, udah itu aja,” kata Suahasil usai menghadiri acara acara Danantara Technology Innovation Investment Forum, Senin (26/10/2026).

Mengutip Kompas, pemerintah saat ini tengah mengkaji kemungkinan penambahan kuota Pertalite menyusul peningkatan konsumsi masyarakat setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Pertalite meningkat sebesar 12,92 persen pada Juli 2026 dibandingkan dengan rata-rata penyaluran sebelum kenaikan harga Pertamax.

Konsumsi Pertalite Meningkat, Pemerintah Kaji Tambahan Kuota

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut penambahan kuota Pertalite diperlukan untuk mengantisipasi peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

“Ada kenaikan (kuota). Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Masih kami kaji,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Bahlil menjelaskan, kenaikan harga BBM yang terjadi sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, mendorong sebagian pengguna BBM nonsubsidi beroktan RON 92, seperti Pertamax, beralih menggunakan Pertalite.

Peralihan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan konsumsi Pertalite. Kondisi ini membuat pemerintah perlu mengevaluasi kebutuhan kuota agar pasokan BBM bersubsidi tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

Penambahan Kuota Dikaji pada Akhir Oktober

Pemerintah berencana melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap kebutuhan penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026. Selain memperhitungkan peningkatan konsumsi, pemerintah juga telah menelaah kesiapan anggaran untuk mendukung kemungkinan penyesuaian kuota tersebut.

Bahlil menyebut evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan konsumsi Pertalite yang mengalami peningkatan.

“Untuk pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise di akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan,” ucap Bahlil.

Hasil kajian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya terkait kuota BBM bersubsidi.

Peningkatan konsumsi Pertalite menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan dengan ketersediaan pasokan dan pengelolaan anggaran subsidi energi. Karena itu, keputusan mengenai penambahan kuota akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus kemampuan anggaran negara.

Penulis : aljawadd_

Editor : Luthfi M Fikri Al Zawad

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Peragakan 38 Adegan
KPK Panggil Direktur BNPB sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai
Nagara Institute dan Komdigi Soroti Tanggung Jawab Podcaster dalam Menjaga Demokrasi Digital
BEM UI dan SADAR Gelar Aksi di Bundaran HI, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintah
Mahfud MD Soroti Gaya Kepemimpinan Prabowo, Nilai Pengawasan Bawahan Masih Lemah
DPW Ikatan Da’i Muda Indonesia Jawa Barat Gelar Kompetisi Da’i Muda dan Bahas Tips Lolos Cahaya Muda iNews TV

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Peragakan 38 Adegan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:50 WIB

KPK Panggil Direktur BNPB sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Nagara Institute dan Komdigi Soroti Tanggung Jawab Podcaster dalam Menjaga Demokrasi Digital

Berita Terbaru