CIANJUR, IkhbarNusantara.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking pembangunan 10.000 kamar mandi, cuci, kakus (MCK) untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Peluncuran program nasional tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup santri melalui penyediaan sanitasi yang layak sekaligus memperkuat transformasi pesantren menjadi lingkungan pendidikan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya.
Dalam sambutannya, Menko PM A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar yang layak. Menurutnya, pesantren sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan pemberdayaan umat memerlukan dukungan infrastruktur dasar, termasuk fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.
“Transformasi pesantren harus dimulai dari hal-hal yang paling mendasar. Santri tidak cukup hanya memperoleh pendidikan yang baik, tetapi juga harus hidup di lingkungan yang sehat, bersih, dan bermartabat. Sanitasi yang layak adalah fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, produktif, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujar Menko Muhaimin.
Program pembangunan 10.000 kamar MCK tersebut lahir sebagai tindak lanjut atas hasil audit sementara Kementerian Pekerjaan Umum terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi. Audit itu menunjukkan masih besarnya tantangan penyediaan sanitasi di lingkungan pesantren.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 1.634 massa bangunan, hanya sekitar 2,5 persen yang telah memenuhi standar penyediaan air minum. Sementara itu, seluruh bangunan yang diaudit belum memenuhi standar pengelolaan air limbah domestik. Selain itu, jumlah fasilitas MCK di banyak pesantren masih belum mencukupi kebutuhan ideal serta sebagian kondisinya belum memenuhi standar teknis nasional.
Menko Muhaimin menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani karena sanitasi yang kurang memadai berpotensi memengaruhi kesehatan para santri dan menghambat proses pembelajaran maupun aktivitas pemberdayaan di lingkungan pesantren.
Baca Juga : Sulit Menerima Kejujuran: Ketika Nasihat Dianggap Serangan
Ia juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan Indonesia. Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Karena itu, membangun pesantren bukan hanya membangun gedungnya, tetapi membangun kualitas manusianya. Ketika santri sehat, proses belajar berjalan baik, produktivitas meningkat, dan pesantren akan semakin optimal menjalankan perannya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat,” kata Menko Muhaimin.
Pembangunan 10.000 kamar MCK ini juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. Program tersebut tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga pengelolaan sanitasi sesuai standar, sistem pengolahan air limbah yang aman, serta peningkatan kapasitas pengelola pesantren dalam melakukan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.
Menko Muhaimin berharap sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya pesantren yang sehat, layak, dan semakin berdaya.
“Pesantren telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan bangsa selama ratusan tahun. Sudah saatnya kita memastikan seluruh santri belajar dan tumbuh di lingkungan yang sehat dan manusiawi. Dari pesantren yang sehat akan lahir generasi unggul yang mampu menjadi motor pemberdayaan masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Penulis : aljawadd_
Editor : Mulki Algifari
























Komentar