CIANJUR, IkhbarNusantara.com — KH. Burhan Rosyidi, S.E., Dewan Kyai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, meraih penghargaan Global Citizenship XXI dalam rangkaian Konvensi Supra Nasional Luar Biasa 2026 yang digelar di Bangsal Prabayaksa, Keraton Kacirebonan, Cirebon, Selasa (6/10/2026).
Penganugerahan tersebut merupakan bagian dari agenda bertema “WPF UNESCO dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika dari Kesultanan Kacirebonan untuk Aktif Menata Peradaban Dunia Lebih Baik”.
Kegiatan ini mengangkat sejumlah isu global, mulai dari perdamaian, kemanusiaan, keberagaman, kepemimpinan spiritual, hingga etika teknologi dan pembangunan peradaban dunia.
Penghargaan yang diterima KH. Burhan Rosyidi menjadi momentum untuk memperkenalkan kontribusi tokoh pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman, pendidikan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai Dewan Kyai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, KH. Burhan Rosyidi merupakan bagian dari lingkungan pesantren yang menempatkan tradisi keilmuan dan pembentukan karakter sebagai fondasi pendidikan generasi muda.
Bawa Nilai Pesantren ke Ruang Internasional
Penghargaan Global Citizenship XXI menjadi sorotan bagi dunia pesantren, khususnya dalam memperluas kontribusi lembaga pendidikan Islam terhadap isu-isu kemanusiaan dan peradaban.
Pesantren tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menanamkan nilai toleransi, persaudaraan, perdamaian, serta penghormatan terhadap keberagaman.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan tantangan masyarakat global yang membutuhkan dialog lintas budaya, penguatan solidaritas kemanusiaan, dan kepemimpinan yang berlandaskan etika.
Melalui momentum penganugerahan ini, nama Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ turut diperkenalkan dalam forum yang mengangkat gagasan kewargaan global dan pembangunan peradaban.
Pesantren sebagai Pilar Pembentukan Karakter
Pesantren memiliki sejarah panjang dalam membangun pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren berperan membentuk karakter, akhlak, kemandirian, dan kepedulian sosial para santri.
Dalam konteks tersebut, kiprah tokoh pesantren seperti KH. Burhan Rosyidi menjadi bagian dari upaya memperluas peran pendidikan Islam dalam menjawab perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang menjadi akarnya.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat kontribusi pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Penganugerahan Global Citizenship XXI kepada KH. Burhan Rosyidi sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai pesantren kepada masyarakat yang lebih luas, serta menegaskan pentingnya pendidikan, perdamaian, dan pengabdian dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Penulis : aljawadd_
Editor : Mulki Algifari





















1 Komentar