[ditty id=593]

 

KH. Burhan Rosyidi, S.E. Raih Penghargaan Global Citizenship XXI, Bawa Nama Pesantren Al-Musri’ ke Forum Internasional

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Burhan Rosyidi, S.E., Dewan Kyai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, meraih penghargaan Global Citizenship XXI

KH. Burhan Rosyidi, S.E., Dewan Kyai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, meraih penghargaan Global Citizenship XXI

CIANJUR, IkhbarNusantara.com — KH. Burhan Rosyidi, S.E., Dewan Kyai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, meraih penghargaan Global Citizenship XXI dalam rangkaian Konvensi Supra Nasional Luar Biasa 2026 yang digelar di Bangsal Prabayaksa, Keraton Kacirebonan, Cirebon, Selasa (6/10/2026).

Penganugerahan tersebut merupakan bagian dari agenda bertema “WPF UNESCO dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika dari Kesultanan Kacirebonan untuk Aktif Menata Peradaban Dunia Lebih Baik”.

Kegiatan ini mengangkat sejumlah isu global, mulai dari perdamaian, kemanusiaan, keberagaman, kepemimpinan spiritual, hingga etika teknologi dan pembangunan peradaban dunia.

Penghargaan yang diterima KH. Burhan Rosyidi menjadi momentum untuk memperkenalkan kontribusi tokoh pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman, pendidikan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai Dewan Kyai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, KH. Burhan Rosyidi merupakan bagian dari lingkungan pesantren yang menempatkan tradisi keilmuan dan pembentukan karakter sebagai fondasi pendidikan generasi muda.

Bawa Nilai Pesantren ke Ruang Internasional

Penghargaan Global Citizenship XXI menjadi sorotan bagi dunia pesantren, khususnya dalam memperluas kontribusi lembaga pendidikan Islam terhadap isu-isu kemanusiaan dan peradaban.

Pesantren tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menanamkan nilai toleransi, persaudaraan, perdamaian, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan tantangan masyarakat global yang membutuhkan dialog lintas budaya, penguatan solidaritas kemanusiaan, dan kepemimpinan yang berlandaskan etika.

Melalui momentum penganugerahan ini, nama Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ turut diperkenalkan dalam forum yang mengangkat gagasan kewargaan global dan pembangunan peradaban.

Pesantren sebagai Pilar Pembentukan Karakter

Pesantren memiliki sejarah panjang dalam membangun pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren berperan membentuk karakter, akhlak, kemandirian, dan kepedulian sosial para santri.

Dalam konteks tersebut, kiprah tokoh pesantren seperti KH. Burhan Rosyidi menjadi bagian dari upaya memperluas peran pendidikan Islam dalam menjawab perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang menjadi akarnya.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat kontribusi pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Penganugerahan Global Citizenship XXI kepada KH. Burhan Rosyidi sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai pesantren kepada masyarakat yang lebih luas, serta menegaskan pentingnya pendidikan, perdamaian, dan pengabdian dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Penulis : aljawadd_

Editor : Mulki Algifari

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Peragakan 38 Adegan
KPK Panggil Direktur BNPB sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai
Nagara Institute dan Komdigi Soroti Tanggung Jawab Podcaster dalam Menjaga Demokrasi Digital
BEM UI dan SADAR Gelar Aksi di Bundaran HI, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintah
Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite, Konsumsi Naik 12,92 Persen
Mahfud MD Soroti Gaya Kepemimpinan Prabowo, Nilai Pengawasan Bawahan Masih Lemah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Peragakan 38 Adegan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:50 WIB

KPK Panggil Direktur BNPB sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Nagara Institute dan Komdigi Soroti Tanggung Jawab Podcaster dalam Menjaga Demokrasi Digital

Berita Terbaru