[ditty id=593]

 

BPJPH: 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Halal Indonesia

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Jakarta, IkhbarNusantara – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik penting kebangkitan industri halal Indonesia. Hal ini seiring dengan penerapan kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 serta semakin solidnya konsolidasi ekosistem halal nasional.

Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, menyebut bahwa strategi Wajib Halal Oktober 2026 harus dimaknai sebagai “tahun halal” bagi Indonesia. Penguatan ekosistem halal diarahkan agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar produk halal, tetapi tampil sebagai pusat produksi halal dunia.

Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, kekayaan sumber daya alam, kekuatan UMKM, serta dukungan regulasi yang semakin kuat, Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memimpin industri halal global.

“Tahun 2026 adalah tahunnya halal,” tegas Babe Haikal dalam Rapat Koordinasi Nasional yang dihadiri ratusan pimpinan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dari seluruh Indonesia di Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (5/2/2026).

Ia menekankan bahwa halal Indonesia bukan hanya untuk konsumsi dalam negeri, tetapi juga untuk masyarakat internasional.

“Halal Indonesia bukan hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi halal Indonesia untuk masyarakat dunia. Kita ingin produk halal kita menjadi standar kualitas global dan mampu bersaing di pasar dunia,” ujarnya.

Babe Haikal juga menyoroti bahwa halal kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar isu keagamaan. Halal telah bertransformasi menjadi standar kualitas yang berperan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, mendorong industri, perdagangan, investasi, hingga membuka lapangan kerja.

Bahkan, sejumlah negara non-Muslim disebut telah lebih dahulu memanfaatkan potensi ekonomi dari pengembangan industri halal secara serius.

Untuk mengoptimalkan peran Indonesia di sektor ini, BPJPH akan terus mendorong kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem halal nasional.

Langkah tersebut meliputi percepatan sertifikasi halal, peningkatan edukasi dan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan daya saing produk halal Indonesia di pasar internasional.

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Makam Masyayikh Tebuireng Dibuka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU
Muktamar NU ke-35 di Jombang Dimulai 26 Agustus, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
BEM UI Demo di Jakarta, Kritik Pemerintah dan Sampaikan 8 Tuntutan
Kejagung Periksa 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Yaqut Cholil Qoumas Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji 2024
Sidang Perdana Gus Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Digelar Hari Ini
MA IPNU Gelar Silatnas 2026, 11 Tokoh Bursa Ketum PBNU Bahas Arah NU Abad Kedua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:38 WIB

Makam Masyayikh Tebuireng Dibuka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:13 WIB

Muktamar NU ke-35 di Jombang Dimulai 26 Agustus, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BEM UI Demo di Jakarta, Kritik Pemerintah dan Sampaikan 8 Tuntutan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kejagung Periksa 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Berita Terbaru