Jakarta IkhbarNusantara – Program Mudik Bareng yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama kembali membantu para perantau mewujudkan impian pulang ke kampung halaman saat momen Idul Fitri. Program ini menjadi harapan bagi banyak masyarakat yang selama bertahun-tahun tidak dapat mudik karena keterbatasan biaya perjalanan.
Kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idul Fitri menjadi keinginan banyak perantau. Namun, tingginya biaya transportasi kerap menjadi hambatan sehingga sebagian dari mereka harus menunda kepulangan ke kampung halaman dalam waktu yang lama.
Baca Juga Polda Metro Jaya Prioritaskan Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama telah menjalankan program mudik gratis selama kurang lebih 15 tahun terakhir. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat dengan keterbatasan ekonomi agar tetap dapat merayakan Lebaran bersama keluarga.
Salah satu peserta mudik, Haeruddin, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti program tersebut. Pria berusia 43 tahun yang bekerja sebagai kuli bangunan di wilayah Jakarta Barat itu berangkat bersama istri dan kedua anaknya menuju Banyuwangi.
“Alhamdulillah ada bantuan ini, mudik gratis jadi bisa mudik bareng sama keluarga, karena kita sudah lama, hampir 11 tahun tidak mudik ke Banyuwangi,” ujarnya kepada NU Online di sela-sela menunggu keberangkatan bus di Gedung PBNU, Jakarta pada Ahad (15/3/2026).
Bagi Haeruddin, biaya perjalanan selama ini menjadi kendala utama. Pendapatannya sebagai kuli bangunan yang tidak menentu membuatnya kesulitan menyisihkan uang untuk pulang kampung.
Baca Juga Santri Tidak Bodoh, Hanya Terlalu Sering Diremehkan
“Karena ekonomi, saya kan kuli bangunan. Ya, kadang ada kerjaan, kadang enggak, jadi ngumpulin uangnya agak susah,” katanya.
Ia mengetahui informasi mengenai program mudik gratis tersebut melalui media sosial. Setelah melihat pengumuman di Instagram, ia kemudian mencoba mendaftar.
“Jadi coba-coba dari Instagram, ada mudik gratis dari NU, ya saya daftar, langsung datang,” ungkapnya.
Cerita serupa disampaikan Nur Nuzulla, pemudik dengan tujuan Lamongan yang berangkat bersama suami dan dua anaknya. Ia mengaku merasa terbantu dengan adanya program tersebut.
“Mudik bareng NU ini nyaman dan tenang. Kalau misalkan kita mau turun dimana itu bisa kita pilih, sesuai dengan lokasi terdekat dari desa kita,” ungkapnya.
Nur berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan bahkan diperluas karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan fasilitas mudik gratis.
“Harapannya (mudik bareng) NU lebih baik lagi, lebih simpel, dan lebih gercep (gerak cepat),” katanya.
Pada tahun 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberangkatkan sekitar 1.390 pemudik menggunakan 30 armada bus. Program mudik ini digawangi oleh Lembaga Takmir Masjid PBNU, LAZISNU, serta Pagar Nusa.
Pelepasan para pemudik dilakukan di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Ahad (15/3/2026).
Baca Juga Libur Pesantren: Jeda Waktu, Bukan Jeda Nilai bagi Seorang Santri























Komentar