Bandung – Semangat menyambut Hari Santri Nasional 2026 mulai digaungkan oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satu gebrakan besar datang dari Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI) Jawa Barat yang resmi menggagas penyelenggaraan Festival Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di Masjid Sejuta Pemuda yang telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival berskala nasional tersebut.
Festival ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, dengan menghadirkan berbagai kompetisi, syiar Islam, pertunjukan seni islami, peluncuran platform digital pesantren, hingga ruang kolaborasi bagi organisasi kepemudaan, pondok pesantren, komunitas, dan lembaga keislaman dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak sekadar menjadi perlombaan, Festival Hari Santri Nasional 2026 dirancang sebagai gerakan bersama untuk memperkuat peran santri sebagai agen perubahan, dai muda sebagai motor dakwah, serta masjid sebagai pusat peradaban umat di era digital.
Salah satu agenda utama dalam festival ini adalah Launching Website Pusat Media Pondok Pesantren Jawa Barat (PMP Jabar). Platform tersebut dihadirkan sebagai media informasi dan publikasi yang menghubungkan pondok pesantren di Jawa Barat dengan masyarakat luas melalui ekosistem digital yang modern, profesional, dan mudah diakses.
Website PMP Jabar diharapkan menjadi pusat informasi pesantren yang mampu mempublikasikan kegiatan, prestasi santri, inovasi pendidikan, program dakwah, hingga menjadi ruang kolaborasi antarpesantren, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ketua Ikatan Da’i Muda Indonesia Jawa Barat, Ust. Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad, mengatakan bahwa Festival Hari Santri Nasional 2026 merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus memperluas syiar Islam melalui pendekatan kolaboratif.
“Kegiatan ini kami berkolaborasi dengan beberapa lembaga dan komunitas, di antaranya Masjid Sejuta Pemuda, PMP Jabar, Denviniti, dan memungkinkan jumlah lembaga yang terlibat akan terus bertambah. Mengingat kegiatan ini akan dibuka dalam skala nasional sehingga membutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar pelaksanaannya memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Oleh karena itu, panitia masih membuka ruang bagi organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, lembaga pendidikan, pondok pesantren, instansi pemerintah, dunia usaha, hingga media massa untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut.
Lebih lanjut, Ust. Luthfi menjelaskan bahwa panitia saat ini telah menetapkan dua cabang perlombaan utama sebagai pembuka Festival Hari Santri Nasional 2026.
“Untuk cabang lomba, sementara ini kami menetapkan dua kategori utama, yaitu Lomba Dakwah dan Festival Hadroh. Namun, berdasarkan hasil koordinasi bersama pengurus Masjid Sejuta Pemuda, insyaallah akan ada penambahan beberapa cabang perlombaan seperti Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), kaligrafi, lomba adzan, cerdas cermat Islam, hingga berbagai perlombaan lainnya yang saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama panitia dan para mitra.”
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, peningkatan kapasitas generasi muda Islam, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarsantri dan komunitas dakwah di Indonesia.
Selain perlombaan, festival juga akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, seperti seminar nasional, talkshow kepemudaan, kajian keislaman, bazar UMKM santri, pameran produk pesantren, pelayanan informasi pendidikan, hingga panggung kreativitas santri yang akan melibatkan berbagai komunitas dari berbagai wilayah.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Sejuta Pemuda, Kang Jae, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Sejuta Pemuda sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Hari Santri Nasional 2026.
Menurutnya, masjid pada era saat ini harus mampu mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi muda, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta ruang lahirnya inovasi dan kolaborasi.
“Kami menyambut baik kepercayaan ini dan siap menjadi tuan rumah Festival Hari Santri Nasional 2026. Masjid Sejuta Pemuda sejak awal dibangun dengan semangat menghadirkan ruang yang nyaman bagi generasi muda untuk belajar, berdakwah, berkarya, dan berkolaborasi. Karena itu kami melihat festival ini sebagai momentum yang sangat baik untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat.”
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu menginspirasi lahirnya lebih banyak gerakan kepemudaan berbasis masjid di berbagai daerah.
“Kami ingin festival ini menjadi ruang bertemunya santri, dai muda, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam satu semangat membangun peradaban Islam yang moderat, produktif, dan penuh inovasi. Semoga dari kegiatan ini lahir banyak kolaborasi baru yang memberikan manfaat nyata bagi umat.”
Panitia menyampaikan bahwa konsep Festival Hari Santri Nasional 2026 akan menggabungkan pendekatan keagamaan, pendidikan, budaya, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan konsep tersebut, festival diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda yang kini semakin akrab dengan perkembangan teknologi digital.
Peluncuran Website PMP Jabar menjadi salah satu simbol transformasi digital dunia pesantren. Kehadiran platform tersebut diharapkan mampu memperkuat publikasi kegiatan pesantren, mendokumentasikan prestasi santri, memperluas jaringan kerja sama, sekaligus menjadi pusat informasi yang kredibel mengenai perkembangan pondok pesantren di Jawa Barat.
Festival ini juga dirancang sebagai wadah silaturahmi nasional bagi para dai muda, santri, pengurus masjid, komunitas Islam, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra strategis untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Melalui kolaborasi antara Ikatan Da’i Muda Indonesia Jawa Barat, Masjid Sejuta Pemuda, PMP Jabar, Denviniti, serta berbagai organisasi dan komunitas lainnya, Festival Hari Santri Nasional 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan berskala nasional yang mampu melahirkan generasi santri yang religius, berprestasi, kreatif, dan siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.
Dengan mengusung semangat “Kolaborasi Santri, Menginspirasi Negeri”, Festival Hari Santri Nasional 2026 diharapkan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masjid, pesantren, komunitas, media, dan organisasi kepemudaan mampu menghadirkan gerakan positif yang tidak hanya memperingati Hari Santri, tetapi juga memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga : IDMI Jawa Barat Tetapkan Sukabumi sebagai Tuan Rumah Muskerwil 2025
Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad
Editor : Mulki Algifari























https://shorturl.fm/pmH6d