[ditty id=593]

 

Santri Didorong Abadikan Guru di Ruang Digital, Rahmat Sahid: “Santri perlu mengabadikan gurunya di dunia digital”

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar santri mengoprasikan komputer

Gambar santri mengoprasikan komputer

BREBES — Wakil Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PBNU, Rahmat Sahid, mendorong kalangan santri untuk meneladani langkah Plato dalam mengabadikan pemikiran gurunya. Ia menilai, tradisi intelektual tersebut perlu diadaptasi ke dalam ruang digital agar warisan keilmuan para ulama tetap hidup dan dapat diakses generasi mendatang.

Plato dikenal sebagai murid Socrates. Pemikiran Socrates yang sampai kepada dunia saat ini pada dasarnya bersumber dari catatan Plato, Xenophone (430-357), dan murid-murid lainnya. Penggambaran paling terkenal tentang Socrates tertuang dalam dialog-dialog yang ditulis Plato.

Baca Juga Helm Itu Tidak Hanya Menghantam Kepala Seorang Anak Ia Menghantam Wajah Negara

Dalam seminar literasi digital di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ahad (25/9/2022), Rahmat menegaskan pentingnya dokumentasi digital terhadap jejak para guru dan ulama.

“Jika Plato tidak menulis tentang Scocrates dan memiliki murid Aristoteles maka mungkin ilmu filsafat tidak sampai pada kita. Santri perlu mengabadikan gurunya di dunia digital,” jelas Rahmat Sahid saat seminar literasi digital di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ahad (25/9/2022).

Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang luas bagi santri untuk mendokumentasikan kiprah ulama melalui berbagai platform digital. Tanpa upaya tersebut, masyarakat bisa saja hanya mengenal figur ulama dari gambaran sinetron atau film, sementara ulama lokal yang memiliki sanad keilmuan jelas justru kurang dikenal.

“Ketika sosok ulama atau guru ditulis oleh orang yang mengalami ngaji langsung bersamanya akan berbeda rasa dan nilainya tulisan dengan penulis lainnya,” ungkap Rahmat.

Ia menambahkan, apabila semakin banyak santri memanfaatkan teknologi untuk menulis dan mendokumentasikan ulama, maka informasi yang muncul di mesin pencari akan menampilkan figur-figur dengan rekam jejak keilmuan yang jelas.

“Setidaknya Mbah Kiai Idris ada jejak digitalnya, Abah Kiai Mashuri akan dikenal dengan berbagai kelebihannya sehingga ketika diketik Ulama Brebes maka yang muncul Abah Mashuri dan ulama besar lainnya,” jelas Rahmat.

Baca Juga Tragedi di Tual : Anggota Brimob Polda Maluku Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas, Terancam PTDH

Rahmat menekankan bahwa literasi digital bagi kalangan nahdliyin bukan berarti meninggalkan tradisi luhur para pendahulu. Sebaliknya, nilai-nilai seperti kejujuran dan amanah tetap harus menjadi fondasi dalam bermedia sosial dan menulis di era teknologi.

“Sekarang anak muda tidak pernah belajar memegang handphone, tapi pintar menggunakannya. Maka manfaatkan untuk hal baik seperti mengabadikan guru dan ulama di dunia digital. Merekam ulama lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, penulis buku Ulama Brebes, Lukman Hakim, mengajak santri untuk mulai menulis dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Ia menekankan bahwa keberanian memulai jauh lebih penting daripada menunggu tulisan menjadi sempurna.

“Saya dulu takut tulisan saya dikritik, padahal kalau tulisan kita dikritik berarti tulisan kita dibaca. Maka saya mengubah pemikiran, tetap lanjut menulis,” kenangnya.

Lukman menjelaskan, bahan tulisan bisa diambil dari pengalaman mengaji bersama kiai, materi pengajian, kisah-kisah yang disampaikan saat mengaji, hingga resensi kitab dan profil tokoh. Bahkan analisis kitab Fathul Qarib maupun refleksi dari nadzom Alfiyah dalam konteks sosial dapat menjadi bahan tulisan yang menarik.

Menurutnya, dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui tulisan. Gaya penulisan pun perlu disesuaikan dengan pembaca.

“Tulisan serius kadang lakunya di dunia akademik, di masyarakat umum kurang tepat. Tulisan sederhana dan memberikan solusi lebih menarik. Bisa juga menulis cara kiai mengatasi masalah,” tandas Lukman.

Baca Juga Ketika Cinta Mengganggu Pendidikan : Ego Wali Santri di Balik Layar Pesantren

Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad

Editor : Mulki Algifari

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Santri Tahfidz Al Aziziyah Banten Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand
Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia
Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa
Dua Santri Miftahulhuda Al-Musri’ Lolos International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand
Kiai Maman Imanulhaq: Keberhasilan Ekonomi Harus Diukur dari Keadilan Sosial, Bukan Sekadar Pertumbuhan
Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris kepada Wartawan, Tegaskan Profesi Jurnalis Harus Dihormati
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Penyebaran Isu Ijazah Jokowi
Menag Nasaruddin Umar: Kerukunan dan Politik Bebas Aktif Jadi Modal Indonesia Bangun Perdamaian Dunia
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:29 WIB

Santri Tahfidz Al Aziziyah Banten Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Dua Santri Miftahulhuda Al-Musri’ Lolos International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:39 WIB

Kiai Maman Imanulhaq: Keberhasilan Ekonomi Harus Diukur dari Keadilan Sosial, Bukan Sekadar Pertumbuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:41 WIB

Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris kepada Wartawan, Tegaskan Profesi Jurnalis Harus Dihormati

Berita Terbaru