Cianjur IkhbarNusantara – Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Ciranjang menggelar kegiatan Silaturahmi Pengurus yang dirangkaikan dengan Reses II Tahun Sidang 2025–2026 Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Suherman, S.HI, pada Selasa (24/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Daarul Fikri Al-Musri’1, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat komunikasi politik antara wakil rakyat dan masyarakat. Sekitar 60 peserta hadir, terdiri dari tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda, masyarakat umum, serta jajaran pengurus DPAC PKB dan pengurus ranting se-Kecamatan Ciranjang.
Reses sebagai Ruang Komunikasi dan Penyerapan Aspirasi
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua DPAC PKB Kecamatan Ciranjang, Moch. Taqiyudin. Ia menegaskan bahwa kegiatan reses memiliki makna lebih dari sekadar agenda formal anggota legislatif.
“Reses ini adalah momen penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Di sinilah aspirasi disampaikan secara terbuka dan menjadi bahan perjuangan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Menurutnya, reses merupakan sarana konstitusional yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kebutuhan, kritik, maupun harapan secara langsung kepada wakil rakyat. Melalui forum ini, aspirasi yang muncul tidak berhenti pada diskusi, tetapi menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan di tingkat provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antara umaro (pemerintah) dan ulama dalam membangun daerah. Sinergi tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga nilai-nilai moral dan keagamaan.
Kolaborasi yang harmonis antara pemimpin pemerintahan dan tokoh agama, lanjutnya, diyakini mampu melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umat dan masyarakat luas.
Komitmen PKB Menjaga Nilai Keislaman dan Kebangsaan
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Suherman, S.HI, dalam pemaparannya menegaskan bahwa PKB memiliki tanggung jawab moral dan historis sebagai partai yang lahir dari rahim para ulama.
“PKB didirikan oleh para ulama dengan semangat memperjuangkan aspirasi umat dan menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, kekuatan politik PKB harus dibangun atas dasar kebersamaan dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan politik yang dibangun atas dasar nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat akan memperkokoh perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dukungan dari tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, dan berbagai elemen organisasi disebutnya sebagai faktor kunci dalam memperkuat peran PKB di tengah dinamika politik daerah.
Menurutnya, partai politik tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif dan terbuka dengan masyarakat harus terus dijaga, terutama melalui momentum reses seperti ini.
Aspirasi Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi
Dalam sesi dialog interaktif, sejumlah peserta menyampaikan berbagai aspirasi strategis. Isu pembangunan infrastruktur menjadi salah satu topik utama yang disoroti, terutama terkait perbaikan akses jalan dan fasilitas publik yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan juga menjadi perhatian peserta. Mereka berharap adanya dukungan lebih besar terhadap lembaga pendidikan berbasis pesantren dan madrasah agar mampu bersaing dan berkontribusi lebih luas dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat turut menjadi bahasan penting. Peserta mendorong adanya program yang mendukung pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk akses permodalan dan pelatihan keterampilan yang berkelanjutan.
Aspirasi tersebut disambut secara terbuka oleh Kang Asep Suherman. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dan memperjuangkan berbagai masukan tersebut di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif menyampaikan pandangan serta harapan mereka terhadap pembangunan di wilayah Kecamatan Ciranjang.
Perkuat Soliditas dan Silaturahmi
Kegiatan reses diakhiri dengan doa bersama dan sesi ramah tamah. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya silaturahmi antara wakil rakyat, kader partai, ulama, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPAC PKB Kecamatan Ciranjang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat sekaligus menjaga semangat perjuangan yang berakar pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan kebangsaan.
Terselenggaranya Reses II Tahun Sidang 2025–2026 ini diharapkan tidak hanya memperkuat soliditas internal kader PKB, tetapi juga mempererat hubungan antara partai, ulama, dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih maju, religius, dan sejahtera.
Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad
Editor : Mulki Algifari













