Bandung – Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDM) Indonesia Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan penuh untuk hadir langsung di Studio 5 Indosiar dalam rangka memberikan dukungan kepada Ustadz Sutan dan Nur Afifah yang akan tampil pada ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026.
Kehadiran dua representasi da’i muda tersebut di panggung nasional menjadi momentum penting bagi gerakan dakwah generasi muda, khususnya di Jawa Barat. IDM menilai AKSI 2026 bukan sekadar ajang kompetisi dakwah, tetapi juga ruang strategis untuk menunjukkan kualitas intelektual, kedalaman spiritual, serta kapasitas komunikasi publik para da’i muda Indonesia.
Ketua IDM Indonesia Provinsi Jawa Barat, Aceng Muhammad, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus dan kader IDM siap membersamai langkah Ustadz Sutan dan Nur Afifah secara maksimal.
Baca Juga Turats dan Tantangan Modernitas : Menjaga Warisan, Menjawab Perubahan
“Kami dari IDM Jawa Barat siap hadir di Studio 5 Indosiar untuk memberikan dukungan penuh kepada Ustadz Sutan dan Nur Afifah. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum besar untuk membawa semangat santri, dakwah moderat, dan wajah Islam yang sejuk ke tingkat nasional,” ujar Aceng Muhammad.
Menurutnya, tampil di AKSI Indosiar adalah amanah sekaligus tanggung jawab moral untuk membawa nama baik daerah, pesantren, dan generasi muda Islam. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi penting agar para peserta dapat tampil percaya diri dan optimal.
Lebih lanjut, Aceng menilai bahwa era dakwah saat ini menuntut kesiapan tidak hanya dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam kemampuan adaptasi terhadap media massa dan televisi nasional.
“Dakwah hari ini harus mampu menjangkau publik luas. Ketika da’i muda tampil di panggung nasional, itu artinya mereka membawa harapan umat. IDM hadir untuk memastikan semangat itu tetap terjaga,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Riset dan Inovasi Dakwah IDM Jawa Barat, Luthfi Al Zawad, menekankan bahwa keikutsertaan Ustadz Sutan dan Nur Afifah merupakan representasi transformasi dakwah yang berbasis riset, inovasi, dan relevansi zaman.
“AKSI 2026 adalah ruang strategis untuk menunjukkan bahwa dakwah harus kreatif, komunikatif, dan tetap berakar pada turats keilmuan. Kami mendukung penuh agar Ustadz Sutan dan Nur Afifah tampil maksimal, argumentatif, dan membawa pesan Islam yang mencerahkan,” tegas Luthfi Al Zawad.
Ia menjelaskan bahwa IDM Jawa Barat terus mendorong penguatan kualitas da’i melalui pendekatan riset, pengayaan literatur klasik dan kontemporer, serta penguasaan isu-isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Luthfi, kombinasi antara kekuatan tradisi keilmuan pesantren dan pendekatan komunikasi modern adalah kunci keberhasilan dakwah di era media.
“Dakwah bukan hanya soal retorika, tetapi juga soal substansi. Ketika keduanya bertemu, maka pesan Islam akan lebih mudah diterima, dipahami, dan diamalkan,” jelasnya.
Rencananya, rombongan IDM Indonesia Provinsi Jawa Barat akan hadir langsung di Studio 5 Indosiar sebagai bentuk dukungan moral dan simbol solidaritas organisasi. Kehadiran tersebut diharapkan mampu memberikan energi positif bagi Ustadz Sutan dan Nur Afifah saat tampil di hadapan publik nasional.
Solidaritas IDM Jawa Barat ini sekaligus menunjukkan bahwa gerakan da’i muda kini semakin terorganisir, visioner, dan memiliki arah perjuangan yang jelas. Tidak hanya mendorong partisipasi dalam ajang nasional, IDM juga berkomitmen untuk terus membangun ekosistem dakwah yang produktif dan berkelanjutan.
AKSI 2026 menjadi panggung penting bagi generasi muda Islam untuk membuktikan bahwa dakwah dapat dikemas secara inspiratif tanpa kehilangan kedalaman ilmu dan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui momentum ini, IDM Indonesia Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat, keluarga besar santri, pemuda Islam, serta simpatisan dakwah untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan kepada Ustadz Sutan dan Nur Afifah.
Harapannya, keikutsertaan mereka di AKSI Indosiar 2026 tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak da’i muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menjawab tantangan zaman.
Baca Juga Helm Itu Tidak Hanya Menghantam Kepala Seorang Anak Ia Menghantam Wajah Negara
Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad
Editor : Mulki Algifari
























Komentar