Jakarta – Berbagai elemen organisasi kemasyarakatan (ormas), buruh, hingga komunitas masyarakat di Jakarta menyatakan komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam apel siaga kamtibmas bertajuk “Jaga Ibu Kota Jakarta untuk Indonesia” yang digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (14/2). Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat utama Polda Metro Jaya serta berbagai unsur masyarakat.

Peserta apel terdiri dari persatuan satpam, ojek online, Satkamling, buruh, elemen ormas, hingga pramuka dan pelajar. Seluruhnya menyatakan penolakan terhadap segala bentuk aksi anarkisme demi menjaga kekhusyukan Ramadan.
Deklarasi Kamtibmas: Tolak Anarkisme dan Dukung Stabilitas Nasional
Dalam apel tersebut, perwakilan organisasi masyarakat membacakan Deklarasi Kamtibmas sebagai simbol komitmen kolektif menjaga stabilitas Jakarta.
Baca Juga Reformasi Polri Harus Berpihak pada HAM, Akademisi UI Soroti Dominasi Struktur Represif
Berikut naskah deklarasi yang dibacakan:
Deklarasi Kamtibmas. Dalam jaga Ibu Kota Jakarta untuk Indonesia, kami, Pokmas se-Jakarta menyatakan sikap.
Satu, bersama Polri menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkis dan pengerusakan serta perusuh masyarakat
Dua, mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi yang aman, tertib dan kondusif
Tiga, siap melaporkan segala bentuk ancaman dan tindakan aksi anarkis dan pengerusakan serta perusuh masyarakat
Empat, siap mendukung program-program Presiden untuk meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat
Lima, siap bersama jaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan jaga amanah dalam jaga Ibu kota Jakarta untuk Indonesia
Kapolda: Ramadan Momentum Hadirkan Keteduhan Sosial

Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan menyambut Ramadan agar seluruh aktivitas masyarakat berlangsung aman dan kondusif.
“Apel ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita semuanya dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, supaya seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dalam situasi yang aman tertib damai dan kondusif,” kata Asep.
Ia menekankan bahwa semangat “Jaga Jakarta untuk Indonesia” mencerminkan tanggung jawab bersama dalam menjaga ibu kota dari berbagai potensi gangguan.
Baca Juga Silaturahmi DPAC PKB Ciranjang dan Reses II Ketua F-PKB DPRD Jabar Perkuat Sinergi Umaro dan Ulama
“Sebagaimana tema yang kita usung ‘Jaga Jakarta Untuk Indonesia’,berarti semangat untuk menjaga wilayah kita dari berbagai potensi ancaman dan gangguan sehingga kota Jakarta sebagai wajah bangsa dapat status aman,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang aman hanya dapat tercapai apabila seluruh elemen bergerak dalam satu frekuensi dan satu komando menjelang Ramadan.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” ujar Asep.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga saat memperkuat ketenangan sosial.
“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya momentum untuk beribadah, tetapi juga bulan ketika keteduhan sosial kita hadir secara nyata, baik di kampung, di jalan, di tempat kerja, dan di ruang digital,” katanya.
Tingkatkan Kewaspadaan dan Bijak Bermedia Sosial
Dalam kesempatan itu, Irjen Asep menginstruksikan peningkatan kewaspadaan melalui Satkamling dan Pokdar Kamtibmas guna mencegah potensi gangguan seperti tawuran atau konflik antar-warga.
“Aktifkan kewaspadaan lingkungan. Lakukan pencegahan sejak dini terhadap potensi tawuran, konflik, maupun gangguan ketertiban lainnya,” tegasnya.

Selain keamanan fisik, ia juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial selama Ramadan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi hoaks.
“Patuhi aturan, hormati sesama, jaga sikap di ruang publik, serta jaga etika di ruang digital. Saring informasi sebelum dibagikan,” pintanya.
Baca Juga Tragedi di Tual : Anggota Brimob Polda Maluku Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas, Terancam PTDH
Penulis : aljawadd_
Editor : Fikri













