Jakarta, IkhbarNusantara – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdul Fattah AK Al Sattari, melakukan kunjungan resmi perdananya ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomatik awalnya sejak resmi menjalankan tugas sebagai perwakilan Palestina di Indonesia.
Kedatangan Dubes Al Sattari disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, serta Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan historis antara Indonesia dan Palestina.
Agenda Diplomatik dan Silaturahmi Ramadhan
Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum perkenalan resmi Dubes Al Sattari kepada jajaran pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Ia menggantikan Zuhair Al Shun yang telah menyelesaikan masa tugasnya selama delapan tahun di Tanah Air.
Dalam pernyataannya usai pertemuan, Dubes Al Sattari menegaskan bahwa kunjungannya juga bertujuan menyampaikan salam Ramadhan kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Hari ini saya datang untuk mengunjungi PBNU karena saya ingin mengucapkan Ramadan Mubarak untuk semua orang Indonesia, Presiden Republik Indonesia, pemerintah, dan semua orang Indonesia. Saya datang ke sini untuk melawat Nahdlatul Ulama karena saya ingin memberikan mereka penghormatan,” ujar Dubes Al Sattari dalam wawancara usai pertemuan.
Ia menyampaikan rasa hormatnya kepada Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Indonesia.
Apresiasi atas Dukungan Indonesia
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai perkembangan situasi di Palestina, khususnya di bulan Ramadhan. Dubes Al Sattari menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Baca Juga Ormas, Buruh hingga Pelajar Deklarasi Tolak Anarkisme, Polda Metro Jaya Siaga Jaga Ramadan 1447 H
Ia mengaku merasakan langsung besarnya solidaritas masyarakat Indonesia sejak pertama kali tiba di Jakarta. Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya bersifat diplomatik, tetapi juga emosional dan kemanusiaan.
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla mengungkapkan bahwa Dubes Al Sattari menyampaikan pernyataan yang menyentuh terkait posisinya sebagai perwakilan Palestina.
“Dia mengatakan bahwa saya ingin menjadi bagian dari keluarga Indonesia. (menurutnya) Dia tidak sekedar duta besar Palestina untuk Indonesia, tapi juga secara tidak langsung duta Indonesia untuk Palestina,” ungkap Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menirukan pernyataan Dubes Al Sattari.
Pernyataan tersebut, lanjut Gus Ulil, menunjukkan kedekatan emosional yang kuat antara kedua bangsa yang telah terjalin sejak lama.
Bahas Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian
Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan itu juga menyinggung rencana pengiriman pasukan perdamaian oleh pemerintah Indonesia. Dubes Al Sattari menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan sejumlah usulan strategis.
“Ya beliau menyampaikan beberapa pesan kepada Ketum, kepada Gus Yahya. Dia senang dengan inisiatif pemerintah Indonesia mengirim pasukan perdamaian. Dia mengusulkan agar pemerintah Indonesia berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah Mesir karena nanti pasukan ini kira-kira akan ditempatkan di Rafah,” jelas Gus Ulil.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah Mesir menjadi penting mengingat posisi Rafah yang berbatasan langsung dengan wilayah Gaza dan memiliki peran strategis dalam distribusi bantuan kemanusiaan maupun penempatan pasukan.
Situasi Terkini di Palestina
Dalam dialog tersebut, Dubes Al Sattari juga memaparkan kondisi terkini di Palestina. Ia menegaskan bahwa serangan masih terus terjadi setiap hari, baik di Gaza maupun Tepi Barat, sehingga menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi warga sipil.
Baca Juga Reformasi Polri Harus Berpihak pada HAM, Akademisi UI Soroti Dominasi Struktur Represif
Situasi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian dan solidaritas internasional yang berkelanjutan, termasuk dari Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling vokal dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Komitmen Kerja Sama ke Depan
Di akhir pertemuan, Dubes Al Sattari berharap hubungan antara Palestina dan PBNU dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam konteks diplomasi, tetapi juga kerja sama kemanusiaan, pendidikan, dan pertukaran gagasan keislaman.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak-banyak karena saya datang ke sini dan saya pikir kita bisa bekerja bersama di masa depan untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Palestina,” tutup Dubes Al Sattari.
Kunjungan ini menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai sahabat dekat Palestina, sekaligus memperlihatkan peran strategis organisasi masyarakat sipil seperti PBNU dalam membangun diplomasi kemanusiaan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan dan perdamaian global.
Baca Juga Silaturahmi DPAC PKB Ciranjang dan Reses II Ketua F-PKB DPRD Jabar Perkuat Sinergi Umaro dan Ulama
Penulis : aljawadd_
Editor : Mulki Algifari























Komentar