[ditty id=593]

 

Utusan Presiden Prabowo, Gus Yahya Bergabung dalam Delegasi RI ke Iran untuk Sampaikan Takziyah atas Wafatnya Sayyid Ali Khamenei

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani bertolak ke Iran untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Sayyid Ali Khamenei. (Foto: dok NUONLINE)

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani bertolak ke Iran untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Sayyid Ali Khamenei. (Foto: dok NUONLINE)

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan delegasi resmi ke Iran untuk menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei. Salah satu anggota delegasi tersebut adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Gus Yahya menegaskan bahwa penugasannya dilakukan secara personal dan bukan dalam kapasitas mewakili PBNU secara kelembagaan.

“Tidak ada komunikasi resmi dengan PBNU, tapi saya dihubungi secara pribadi,” ungkap Gus Yahya kepada NU Online di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026) malam.

Baca Juga : Rihlah Ilmiah Santri Mendunia Resmi Dimulai, Belajar Langsung dari Pengusaha Sukses untuk Mencetak Santri Berdaya Saing Global

Ia menjelaskan bahwa delegasi Indonesia terdiri atas Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Sugiono, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, dirinya, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto.

“Delegasi Indonesia ke Iran terdiri atas Ketua MPR, Menteri Luar Negeri, saya, dan Prof Dr Syafiq A Mughni,” jelas mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Selain membawa mandat negara, Gus Yahya mengaku juga membawa pesan belasungkawa dari warga Nahdlatul Ulama.

“Karena faktanya warga NU ikut berbela sungkawa,” imbuhnya.

Delegasi Indonesia dijadwalkan melakukan ziarah sekaligus menyampaikan takziyah kepada keluarga almarhum.

“Ya, ziarah dan takziyah,” ujarnya.

Rombongan bertolak menuju Iran pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB dan diperkirakan tiba di Teheran pada waktu Subuh setempat.

Berdasarkan laporan media resmi Iran, IRNA, prosesi penghormatan terakhir kepada Sayyid Ali Khamenei telah berlangsung sejak 3 Juli 2026. Puncak pemakaman dilaksanakan di Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis (9/7/2026), dengan dihadiri berbagai delegasi internasional.

Baca Juga : Kemenag Siapkan Konten Edukasi Cegah Penyebaran Budaya LGBTQ, Wamenag: Ini Menyangkut Nilai Agama dan Ketahanan Bangsa

“Para pejabat politik dari lebih dari 45 negara, bersama para cendekiawan, pemimpin agama, dan ilmuwan dari lebih dari 90 negara, berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir,” tulis IRNA.

Usai prosesi di Teheran, Qom, Najaf, dan Karbala, jenazah Sayyid Ali Khamenei dijadwalkan dimakamkan di samping makam Imam Reza di Kota Mashhad.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya turut menyampaikan harapan agar konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat segera dihentikan melalui jalur diplomasi dan dialog.

“Semoga dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menghentikan kekerasan dan menolong seluruh masyarakat internasional serta kemanusiaan dari beban berat akibat peperangan yang telah terjadi,” ungkapnya.

Menurut Gus Yahya, pengalaman konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi pelajaran penting bahwa penyelesaian damai harus menjadi prioritas seluruh negara.

Baca Juga : Masjid Sejuta Pemuda Siap Jadi Tuan Rumah Festival Hari Santri Nasional 2026, IDMI Jawa Barat Hadirkan Kolaborasi Nasional untuk Syiar Islam dan Pemberdayaan Santri

Ia juga berharap para pemimpin dunia, khususnya negara-negara Muslim, mampu mengedepankan semangat rekonsiliasi demi terciptanya stabilitas kawasan.

“Karena perdamaian itu adalah kepentingan bersama dari semua orang,” tegasnya.

Kehadiran delegasi Indonesia di Iran mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta terus mendorong terciptanya perdamaian dunia melalui pendekatan dialog dan kerja sama internasional.

Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad

Editor : Mulki Algifari

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Makam Masyayikh Tebuireng Dibuka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU
Muktamar NU ke-35 di Jombang Dimulai 26 Agustus, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
BEM UI Demo di Jakarta, Kritik Pemerintah dan Sampaikan 8 Tuntutan
Kejagung Periksa 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Yaqut Cholil Qoumas Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji 2024
Sidang Perdana Gus Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Digelar Hari Ini
MA IPNU Gelar Silatnas 2026, 11 Tokoh Bursa Ketum PBNU Bahas Arah NU Abad Kedua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:38 WIB

Makam Masyayikh Tebuireng Dibuka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:13 WIB

Muktamar NU ke-35 di Jombang Dimulai 26 Agustus, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BEM UI Demo di Jakarta, Kritik Pemerintah dan Sampaikan 8 Tuntutan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kejagung Periksa 12 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Berita Terbaru