[ditty id=593]

 

KH Marsudi Syuhud Sowan ke Abuya Muhtadi Dimyathi, Bahas Masa Depan NU sebagai Pilar Perdamaian Bangsa

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto KH Marsudi Syuhud Sowan Bersama Abuya Muhtadi Dimyathi (Dok. Inkopontren)

Foto KH Marsudi Syuhud Sowan Bersama Abuya Muhtadi Dimyathi (Dok. Inkopontren)

BANTEN, IkhbarNusantara.com – Ketua Umum Induk Koperasi Pesantren (INKOPONTREN) sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, melakukan silaturahmi kepada ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi Dimyathi, pada Sabtu (11/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai keagamaan tersebut menjadi ruang dialog mengenai masa depan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadapi tantangan bangsa dan dinamika global.

Dalam perbincangan tersebut, kedua tokoh membahas pentingnya NU terus memperkuat perannya sebagai organisasi keagamaan yang mampu menjaga persatuan nasional, memperkokoh ukhuwah, serta menjadi perekat seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga : Mahfud MD Kritik Pengalihan Penyidikan Kasus Febri Adriansyah, Sebut Bertentangan dengan KUHAP

KH Marsudi Syuhud menegaskan bahwa NU harus tetap menjadi organisasi yang menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Menurutnya, di tengah berbagai persoalan sosial, politik, hingga perubahan global yang terus berkembang, NU memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan dakwah yang menyejukkan sekaligus menjaga stabilitas kehidupan berbangsa.

“NU harus menjadi kereta besar perdamaian yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Semangat persatuan dan moderasi harus terus dijaga sebagai identitas utama organisasi,” demikian pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Selain membahas peran strategis NU dalam menjaga harmoni bangsa, diskusi juga menyoroti pentingnya mengembalikan NU kepada khittah sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah, yaitu organisasi yang berfokus pada dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, serta pelayanan sosial.

Dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan para pendiri NU, organisasi diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa sekaligus menjawab berbagai tantangan zaman.

Baca Juga : KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup

Abuya Muhtadi Dimyathi menyambut hangat kedatangan KH Marsudi Syuhud. Silaturahmi antarulama dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat persaudaraan, menjaga kebijaksanaan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama agar Nahdlatul Ulama senantiasa menjadi rumah besar umat Islam Indonesia yang terus menghadirkan kemaslahatan, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.

Penulis : aljawadd_

Editor : Fikri

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Simposium Internasional Santri Mendunia 2026 Chapter Turki Resmi Dibuka, Pemuda Indonesia Berpeluang Ikuti Program Fully Funded ke Istanbul
Ketika Amanah Menjadi Modal Terbesar Ekonomi Bangsa: Refleksi untuk Generasi Santri
Penggeledahan Kasus Korupsi Rp476 Miliar hingga Pengunduran Diri Febrie Adriansyah, Publik Soroti Dinamika Penegakan Hukum
Santri Tidak Bodoh, Hanya Terlalu Sering Diremehkan
Libur Pesantren: Jeda Waktu, Bukan Jeda Nilai bagi Seorang Santri
Ketika Nyawa Menjadi Murah di Zaman yang Bising
Helm Itu Tidak Hanya Menghantam Kepala Seorang Anak Ia Menghantam Wajah Negara
Ketika Cinta Mengganggu Pendidikan : Ego Wali Santri di Balik Layar Pesantren

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:23 WIB

Simposium Internasional Santri Mendunia 2026 Chapter Turki Resmi Dibuka, Pemuda Indonesia Berpeluang Ikuti Program Fully Funded ke Istanbul

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:47 WIB

Ketika Amanah Menjadi Modal Terbesar Ekonomi Bangsa: Refleksi untuk Generasi Santri

Senin, 13 Juli 2026 - 12:43 WIB

Penggeledahan Kasus Korupsi Rp476 Miliar hingga Pengunduran Diri Febrie Adriansyah, Publik Soroti Dinamika Penegakan Hukum

Senin, 13 Juli 2026 - 03:29 WIB

KH Marsudi Syuhud Sowan ke Abuya Muhtadi Dimyathi, Bahas Masa Depan NU sebagai Pilar Perdamaian Bangsa

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:30 WIB

Santri Tidak Bodoh, Hanya Terlalu Sering Diremehkan

Berita Terbaru