JAKARTA, IkhbarNusantara.com – Kabar membanggakan datang dari dunia pesantren Indonesia. Nurmelihah, yang akrab disapa Malihah, santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Aziziyah, Rangkas, Banten, sekaligus alumni Pondok Pesantren Minhajul Falah Parung Sapi, Bogor, dipercaya menjadi delegasi International Conference Santri Mendunia (ICSM) yang akan diselenggarakan di tiga negara ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa santri Indonesia memiliki kapasitas untuk tampil dan berkontribusi di tingkat internasasional. Melalui International Conference Santri Mendunia, para delegasi akan mengikuti berbagai agenda akademik, kepemimpinan, dialog lintas budaya, serta penguatan jejaring global bersama peserta dari berbagai negara.
Bagi Malihah, kesempatan mengikuti konferensi internasional ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan amanah untuk membawa nilai-nilai Islam, semangat kepesantrenan, serta nama baik Indonesia di forum dunia.

“Saya percaya bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di era global. Dengan bekal pendidikan pesantren, nilai-nilai Al-Qur’an, serta semangat untuk terus belajar, saya ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya mampu menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga aktif berkontribusi dalam berbagai forum internasional. Semoga keikutsertaan saya di ICSM menjadi awal dari langkah-langkah besar untuk terus menginspirasi, membawa manfaat, dan mengharumkan nama pesantren serta Indonesia di mata dunia.”
International Conference Santri Mendunia merupakan program yang dirancang untuk memperluas wawasan santri Indonesia melalui pengalaman internasional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan dan budaya, tetapi juga mendorong lahirnya generasi santri yang memiliki kepemimpinan global, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Keikutsertaan Malihah menjadi inspirasi bagi para santri di berbagai daerah bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas sebagai penjaga nilai-nilai Al-Qur’an dan tradisi keilmuan Islam.
Prestasi tersebut juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Aziziyah di Rangkas, Banten, serta Pondok Pesantren Minhajul Falah Parung Sapi, Bogor, yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Malihah.
Diharapkan, kiprah Malihah sebagai delegasi International Conference Santri Mendunia dapat memotivasi semakin banyak santri Indonesia untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring internasional, serta membuktikan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global melalui ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad
Editor : Mulki Algifari
























Komentar