SUMENEP, IkhbarNusantara.com – Sebanyak 140 ikhwan Thariqah Tijaniyah yang terdiri atas santri, alumni, dan dewan kiai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ mengikuti rangkaian ziarah Wali Songo, menghadiri Idul Khotmi Thariqah Tijaniyah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, serta menutup perjalanan dengan berziarah ke makam para masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Baca Juga :Ketika Amanah Menjadi Modal Terbesar Ekonomi Bangsa: Refleksi untuk Generasi Santri
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi bagian dari pembinaan ruhani bagi para ikhwan Tijaniyah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan keluarga besar Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’.
Rombongan mengawali perjalanan dengan berziarah ke sejumlah makam Wali Songo, mengenang perjuangan para penyebar Islam di Nusantara yang telah meletakkan fondasi dakwah melalui pendekatan ilmu, akhlak, dan budaya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, salah satu pesantren besar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1952 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, untuk mengikuti rangkaian Idul Khotmi Thariqah Tijaniyah bersama ribuan ikhwan dari berbagai daerah.
Ketua Panitia, Ustadz Saepudin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan.
“Alhamdulillah, sebanyak 140 ikhwan yang terdiri dari santri, alumni, dan dewan kiai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ dapat mengikuti rangkaian ziarah Wali Songo hingga menghadiri Idul Khotmi Thariqah Tijaniyah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Kami berharap perjalanan ini semakin menumbuhkan mahabbah kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, para awliya, serta mempererat ukhuwah di antara ikhwan Tijaniyah,” ujar Ustadz Saepudin.
Setelah mengikuti Idul Khotmi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang untuk berziarah ke makam para masyayikh. Ziarah tersebut menjadi momentum mengenang jasa para ulama besar yang telah memberikan kontribusi penting dalam perkembangan pendidikan Islam, dakwah, dan perjuangan bangsa Indonesia.
Salah satu Dewan Kiai Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’, KH. Burhan Rosyidi, menegaskan bahwa tradisi ziarah memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi seorang santri.
“Ziarah bukan sekadar mengunjungi makam para wali dan ulama, tetapi menjadi sarana mengambil pelajaran dari perjuangan mereka, memperkuat hubungan batin dengan para pewaris Nabi, serta meningkatkan semangat untuk istiqamah dalam ibadah dan berdakwah. Semoga seluruh peserta memperoleh keberkahan dan pulang dengan membawa semangat baru dalam mengabdi kepada umat,” tutur KH.aljawaddDokumentasi Foto dengan Sebagian Santri (Dokumentasi. Azhar Elbana Burhan Rosyidi.
Baca Juga: DPR Bantah Tolak RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: “Kita Gaspol Pakai Turbo” Bahas hingga Tuntas
Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu syariat dan pembinaan spiritual. Tradisi ziarah kepada para wali dan ulama merupakan bagian dari pendidikan akhlak yang telah diwariskan secara turun-temurun di lingkungan pesantren Ahlussunnah wal Jamaah.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kecintaan kepada ulama, serta semangat melanjutkan perjuangan dakwah Islam di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Luthfimfikrialzawad
Editor : Mulki
























1 Komentar