[ditty id=593]

 

Haul ke-26 KH Ahmad Faqih di Cianjur, Ribuan Jamaah Padati Pesantren Al-Musri’

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Haul Masyaikh Al-Musri' (Sumber Nu Online Jabar)

Foto Haul Masyaikh Al-Musri' (Sumber Nu Online Jabar)

Cianjur — Ribuan jamaah, santri, serta alumni dari berbagai wilayah memadati kawasan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ Pusat, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dalam puncak peringatan Haul ke-26 Mama. KH Ahmad Faqih atau yang dikenal sebagai Mama Syaikhuna Al-Musri’. Rangkaian haul berlangsung selama sepekan dan mencapai puncaknya pada Jumat, 23 Januari 2026.

Mengangkat tema “Mempertahankan Tradisi Al-Musri’”, kegiatan haul tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah antar alumni dan jamaah, sekaligus meneguhkan kembali komitmen dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diwariskan para ulama pesantren di Tatar Pasundan.

Dalam tausiyahnya, KH Acep Sanusi menekankan bahwa haul memiliki makna spiritual yang mendalam. Menurutnya, peringatan haul merupakan wasilah untuk menjaga keterhubungan ruhani antara murid dan guru. Ia menegaskan, setiap amalan yang terus dijalankan para santri dan alumni akan menjadi aliran pahala yang tidak terputus bagi sang guru.

“Inilah estafet perjuangan Mama Syaikhuna. Tanggung jawab kita adalah menjaga dan mengamalkan ilmu beliau agar manfaatnya terus dirasakan umat,” ujar KH Acep di hadapan ribuan jamaah.

Suasana khidmat semakin terasa ketika KH Farid Hamzah membacakan manakib riwayat hidup Mama Syaikhuna. KH Ahmad Faqih lahir pada Januari 1913 di Tasikmalaya dari pasangan H. Kurdi dan Hj. Siti Halimah. Perjalanan keilmuannya ditempa melalui tradisi pesantren salaf, berguru kepada sejumlah ulama besar, termasuk Mama H. Sobandi dan KH Zaenal Musthafa di Sukamanah, Tasikmalaya, selama lebih dari satu dekade.

Keteguhan perjuangannya juga tercermin pada masa penjajahan. Meski pesantrennya pernah dibakar dan dirinya mengalami penangkapan oleh penjajah, semangat dakwah Mama Syaikhuna tak pernah surut hingga akhirnya mampu mendirikan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ yang terus berkembang hingga kini.

Salah satu sesi penting dalam haul tersebut adalah penyampaian amanah dan penjelasan amalan oleh KH Ayi Mahdi. Ia memaparkan lima prinsip utama yang menjadi pegangan santri dan alumni Al-Musri’, yakni menjaga silaturahmi, berperan aktif dalam urusan politik Islam yang membawa kemaslahatan, istiqamah dalam Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyyah, mengamalkan ilmu khidmah, serta menyempurnakan proses pendidikan bagi santri dan masyarakat.

“Mama Syaikhuna sangat mencintai kesederhanaan, kemandirian, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta akhlak yang santun,” tutur KH Ayi Mahdi.

Puncak haul juga dihadiri Bupati Cianjur, Mohamad Wahyu Ferdian, yang mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum haul sebagai sarana introspeksi diri dan penguatan ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, serta basyariyah.

“Keteladanan iman dan keikhlasan Mama Syaikhuna harus terus kita hidupkan untuk membangun daerah dan memperkuat peran pesantren di masa depan,” tegasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan tahlil, shalawat akbar, serta doa bersama yang dipimpin KH Mahmud Munawwar. Melalui peringatan haul ini, nilai-nilai perjuangan dan keteladanan ulama diharapkan tetap terjaga dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegar

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peserta Wisuda Kelas Jauharul Muqorobin Mulai Persiapkan Lapangan Jelang Wisuda dan Bai’at Khoerul Mukhtarin 12 September 2026
Komunitas Supir Kyai Karisedenan Plat F Himpun Lebih dari 200 Anggota, Perkuat Silaturahmi Antar Pesantren
Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia
Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa
Al-Musri’ 1 Cijampang Kembangkan Pertanian dan Perikanan, Cetak Santri Mandiri dan Produktif
4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya
Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:18 WIB

Peserta Wisuda Kelas Jauharul Muqorobin Mulai Persiapkan Lapangan Jelang Wisuda dan Bai’at Khoerul Mukhtarin 12 September 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:08 WIB

Komunitas Supir Kyai Karisedenan Plat F Himpun Lebih dari 200 Anggota, Perkuat Silaturahmi Antar Pesantren

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:45 WIB

Al-Musri’ 1 Cijampang Kembangkan Pertanian dan Perikanan, Cetak Santri Mandiri dan Produktif

Senin, 13 Juli 2026 - 04:20 WIB

4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya

Berita Terbaru