CIANJUR, SantriMenduniaNews – Pondok Pesantren Al-Huda Al-Musri’ 1 menggelar Malam Puncak Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 pada Sabtu malam (31/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut dihadiri ribuan jamaah yang terdiri dari santri, alumni, masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah dan tokoh masyarakat sekitar.
Puncak acara diisi dengan Ataqah Akbar pembacaan Surah Al-Ikhlas sebanyak 10.000 kali yang dipersembahkan sebagai doa bersama untuk para masyayikh, pendiri, dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Huda Al-Musri’ 1 yang telah wafat.
Kegiatan Ataqah Akbar dipimpin langsung oleh KH. Dadih Abdurrahman dan KH. Burhan Rosyidi. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian dzikir, pembacaan Surah Al-Ikhlas, serta doa bersama yang berlangsung hingga larut malam.
Dalam sambutannya, KH. Dadih Abdurrahman menegaskan bahwa haul dan milad bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama yang telah mengabdikan hidupnya dalam dakwah dan pendidikan Islam.
“Haul ini menjadi sarana untuk mengenang jasa para masyayikh yang telah mewakafkan hidupnya untuk umat. Semoga melalui doa dan Ataqah Akbar ini, keberkahan para guru terus mengalir kepada pesantren, santri, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, KH. Burhan Rosyidi mengajak seluruh alumni dan santri untuk menjaga warisan perjuangan para pendiri pesantren dengan terus menuntut ilmu, mengamalkan ajaran agama, dan berkhidmat kepada masyarakat.
“Usia 56 tahun bukan perjalanan yang singkat. Ini adalah bukti bahwa pesantren tetap istiqamah menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri dengan karya dan pengabdian yang nyata,” katanya.
Menurut panitia, kegiatan Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 Al-Huda Al-Musri’ 1 menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan para alumni dari berbagai daerah. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kemajuan pesantren.
Antusiasme jamaah terlihat sejak sore hari. Ribuan peserta memadati area pesantren untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan dzikir, shalawat, Ataqah Akbar, hingga doa bersama.
Dengan mengusung semangat mengenang jasa para ulama dan memperkuat nilai-nilai keislaman, Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 Al-Huda Al-Musri’ 1 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi keilmuan pesantren serta meneruskan perjuangan dakwah di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Nurdin























Komentar