[ditty id=593]

 

Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 Al-Huda Al-Musri’ 1, Ribuan Jamaah Ikuti Ataqah Akbar 10.000 Bacaan Surah Al-Ikhlas

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

https://ikhbarnusantara.com/haul-akbar-masyayikh-dan-milad-ke-56-al-huda-al-musri-1-ribuan-jamaah-ikuti-ataqah-akbar-10-000-bacaan-surah-al-ikhlas/

https://ikhbarnusantara.com/haul-akbar-masyayikh-dan-milad-ke-56-al-huda-al-musri-1-ribuan-jamaah-ikuti-ataqah-akbar-10-000-bacaan-surah-al-ikhlas/

CIANJUR, SantriMenduniaNews – Pondok Pesantren Al-Huda Al-Musri’ 1 menggelar Malam Puncak Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 pada Sabtu malam (31/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut dihadiri ribuan jamaah yang terdiri dari santri, alumni, masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah dan tokoh masyarakat sekitar.

Puncak acara diisi dengan Ataqah Akbar pembacaan Surah Al-Ikhlas sebanyak 10.000 kali yang dipersembahkan sebagai doa bersama untuk para masyayikh, pendiri, dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Huda Al-Musri’ 1 yang telah wafat.

Kegiatan Ataqah Akbar dipimpin langsung oleh KH. Dadih Abdurrahman dan KH. Burhan Rosyidi. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian dzikir, pembacaan Surah Al-Ikhlas, serta doa bersama yang berlangsung hingga larut malam.

Dalam sambutannya, KH. Dadih Abdurrahman menegaskan bahwa haul dan milad bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama yang telah mengabdikan hidupnya dalam dakwah dan pendidikan Islam.

“Haul ini menjadi sarana untuk mengenang jasa para masyayikh yang telah mewakafkan hidupnya untuk umat. Semoga melalui doa dan Ataqah Akbar ini, keberkahan para guru terus mengalir kepada pesantren, santri, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Burhan Rosyidi mengajak seluruh alumni dan santri untuk menjaga warisan perjuangan para pendiri pesantren dengan terus menuntut ilmu, mengamalkan ajaran agama, dan berkhidmat kepada masyarakat.

“Usia 56 tahun bukan perjalanan yang singkat. Ini adalah bukti bahwa pesantren tetap istiqamah menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri dengan karya dan pengabdian yang nyata,” katanya.

Menurut panitia, kegiatan Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 Al-Huda Al-Musri’ 1 menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan para alumni dari berbagai daerah. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kemajuan pesantren.

Antusiasme jamaah terlihat sejak sore hari. Ribuan peserta memadati area pesantren untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan dzikir, shalawat, Ataqah Akbar, hingga doa bersama.

Dengan mengusung semangat mengenang jasa para ulama dan memperkuat nilai-nilai keislaman, Haul Akbar Masyayikh dan Milad ke-56 Al-Huda Al-Musri’ 1 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi keilmuan pesantren serta meneruskan perjuangan dakwah di tengah perkembangan zaman.

Penulis : Nurdin

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia
Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa
4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya
Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup
Kemenag Siapkan Konten Edukasi Cegah Penyebaran Budaya LGBTQ, Wamenag: Ini Menyangkut Nilai Agama dan Ketahanan Bangsa
Masjid Sejuta Pemuda Siap Jadi Tuan Rumah Festival Hari Santri Nasional 2026, IDMI Jawa Barat Hadirkan Kolaborasi Nasional untuk Syiar Islam dan Pemberdayaan Santri
Kemenag Resmi Ganti Matsama Menjadi Matamuda Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Perundungan dan Perpeloncoan Dilarang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:10 WIB

Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa

Senin, 13 Juli 2026 - 04:20 WIB

4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:50 WIB

Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:51 WIB

KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup

Berita Terbaru