[ditty id=593]

 

Pemprov Jabar Pastikan Beasiswa Siswa Miskin Tetap Disalurkan Meski Belum Masuk APBD Murni 2026

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa Dede Mulyadi Gubernur Jawa barat

Foto Istimewa Dede Mulyadi Gubernur Jawa barat

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan penjelasan terkait belum tercantumnya anggaran beasiswa bagi siswa miskin dalam APBD Murni 2026. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berkomitmen memberikan bantuan pendidikan, meski saat ini masih terkendala proses sinkronisasi data peserta didik baru.

Menurut Dedi, program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi siswa tidak mampu yang duduk di kelas 1 SMA/SMK swasta. Namun, hingga kini pemerintah belum dapat menetapkan alokasi anggaran karena data siswa tahun ajaran 2026/2027 belum sepenuhnya tersedia.

“Untuk saat ini kami belum memperoleh pembaruan data mengenai jumlah siswa kelas 1 di sekolah swasta yang berasal dari keluarga tidak mampu pada tahun ajaran 2026/2027,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, data tersebut baru dapat diakses setelah masuk ke dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Oleh karena itu, anggaran beasiswa belum dimunculkan dalam APBD Murni 2026.

Meski demikian, Dedi memastikan anggaran akan tetap disiapkan setelah data penerimaan siswa baru terverifikasi. Skema yang digunakan adalah pergeseran anggaran dalam APBD 2026 tanpa harus menunggu pembahasan APBD Perubahan.

“Targetnya siswa kelas 1. Berdasarkan data penerimaan tahun ajaran 2026/2027, anggaran bisa dialokasikan melalui pergeseran,” katanya.

Sebelumnya, persoalan ini menjadi sorotan Komisi V DPRD Jawa Barat yang memanggil Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam rapat kerja yang digelar Senin (2/2/2026).

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menyampaikan kekhawatirannya setelah mendapati tidak adanya alokasi beasiswa bagi keluarga miskin ekstrem dalam draf APBD Murni 2026.

Ia menyebut, berdasarkan data sebelumnya, terdapat kebutuhan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk beasiswa operasional serta Rp68 miliar untuk beasiswa personal bagi keluarga miskin ekstrem.

“Dalam pemaparan tadi disampaikan bahwa anggaran tersebut memang belum tercantum di APBD Murni 2026,” ujarnya usai rapat.

DPRD Jawa Barat pun mendorong Pemerintah Provinsi segera melakukan pergeseran anggaran agar hak pendidikan masyarakat kurang mampu tetap terjamin dan tidak terhambat oleh persoalan administratif.

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur
Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres
Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati
MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Pendaftaran Kompetisi Da’i Muda Jawa Barat Resmi Ditutup pada 25 Oktober 2026
DILURI EVORA 2026, Hadirkan Ruang Dialog dan Edukasi bagi Generasi Muda
Ketua Mandataris PC IPNU Cianjur Lantik PK IPNU Miftahulhuda Al-Musri’

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo

Berita Terbaru