[ditty id=593]

 

Eddy Soeparno Sebut Sumur Minyak Indonesia Menua, PAN Setuju Lifting Migas Perlu Eksplorasi Baru

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno (Foto: MPR)

Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno (Foto: MPR)

Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyinggung menteri yang terlalu banyak baca hingga meragukan lifting minyak (produksi minyak siap jual) nasional. Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno justru setuju dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat menyinggung soal lifting migas.
“Saya tidak bermaksud menanggapi pernyataan para menteri, namun untuk mencapai kenaikan lifting migas diperlukan eksplorasi dan drilling dalam jumlah yang banyak. Karena sumur-sumur minyak kita rata-rata sudah tua, keekonomiannya cenderung mahal, ” kata Eddy saat dihubungi, Jumat (13/2/2026).

Atas alasan itu, Eddy menilai Indonesia memang perlu mencari sumur atau ladang minyak baru. Menurutnya, butuh teknologi hingga pengalaman untuk itu.

Baca Juga Aceng Muhammad Satibi Raih Best Delegate di Malaysia, Harumkan Nama Da’i Muda Nusantara Jawa Barat

“Oleh karena itu kita perlu menemukan cadangan-cadangan migas yang baru. Untuk mendapatkan itu diperlukan teknologi, capital/pendanaan, dan pengalaman, karena banyak cadangan migas Indonesia berada di laut dalam,” ucap dia.
Eddy pesimistis jika Indonesia hanya mengandalkan Pertamina untuk mencapai target 1 juta barel per hari di 2030. “Oleh karena itu para pemain besar migas dari Amerika, Eropa, Cina harus kembali masuk berinvestasi,” imbuhnya.

Meski demikian, Wakil Ketua MPR ini memandang memang ada PR untuk mencapai itu. Pasalnya, kata dia, sektor migas sangat kompetitif.
“Jika Indonesia kalah menarik (kebijakan, aturan, insentif) dibandingkan negara-negara lainnya, tentu para pelaku usaha migas internasional akan memilih berusaha di negara lain,” tuturnya
Komentar Purbaya
Sebagai informasi, Purbaya memang sempat bicara terkait lifting migas saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR pekan lalu. Ia menyebut lifting migas pasti turun terus jika tidak mencari titik eksplorasi bor lainnya.

Baca Juga DPR Kritik Slogan “Ikhlas Beramal” Kemenag, Desak Kesejahteraan Nyata untuk Guru Madrasah

“Ini PNBP migas itu hampir pasti turun terus kalau kita nggak ada eksplorasi baru, karena nature dari reservoir itu pasti turun kalau sudah capai puncak pasti turun terus, nggak ada yang bisa naik. Jadi salah satu cara adalah mengundang investor baru domestik atau asing untuk lakukan eksplorasi minyak dan gas, atau eksploitasi ladang ladang yang sudah ditemukan,” kata Purbaya dalam rapat tersebut, Rabu (4/2).
Tak hanya itu, Purbaya juga menyebut saat ini yang terjadi hanya membuat kesan lifting migas naik dengan mempermainkan istilah. Dia menekankan tanpa adanya ladang minyak baru, maka lifting migas akan turun terus.

“Kalau sekarang ya diputer-puter ya juga paling main-main istilah supaya kelihatan naik kan, tapi tanpa penemuan ladang minyak baru, tanpa eksplorasi baru, kita nggak akan bisa naikkan lifting dan lifting kita akan turun terus,” ujar dia.
Pernyataan Bahlil
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ada salah satu menteri yang meragukan lifting bisa naik tanpa adanya penemuan ladang minyak baru. Sebagai informasi, lifting nasional pada 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari.

“Kok ada salah satu anggota DPR dan salah satu menteri yang mengatakan bahwa bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada. Eh ini terlalu banyak baca buku nih,” ujar Bahlil dalam acara Kuliah Umum yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2).

Baca Juga Ratusan Guru Madrasah Mengadu ke DPR: Anak Didik Jadi ASN, Guru Masih Gaji Rp300 Ribu

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur
Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres
Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati
MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah
PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan
KPK Tetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
Gus Kikin Ungkap Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926 di Pesantren Sukorejo
Indonesia–Singapura Sepakat Bentuk Satgas Gabungan untuk Tindak Korporasi Pembakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Polda Jateng Tegaskan Penyidikan Kasus Perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah Sesuai Prosedur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Budi Arie Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Tidak Mundur dari Wapres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi, Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Santriwati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Surat Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:18 WIB

PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 11 Persen Pembalut, Dinilai Bebani Perempuan

Berita Terbaru