BOGOR — Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Al Falakiyah Bogor menyelenggarakan Haflah Khotmil Qur’an, Milad ke-14 pondok pesantren, dan Wisuda Perdana Program Amtsilati pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pengembangan ilmu alat di lingkungan pesantren.
Acara yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Al Falakiyah ini dihadiri pengasuh pesantren, tokoh agama, perwakilan Kementerian Agama Kota Bogor, wali santri, serta masyarakat.
Pengasuh pondok, Abi TB KH. Asep Zulfiqor, menegaskan pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu dan menjaga semangat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berorientasi pada program tahfidz, tetapi juga mengembangkan penguasaan kitab kuning melalui metode Amtsilati agar para santri mampu memahami makna ayat, ilmu nahwu, shorof, fiqih, serta kitab-kitab turats.
Perwakilan Kementerian Agama Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.EI., mengapresiasi keberhasilan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Al Falakiyah dalam mengintegrasikan pendidikan tahfidz dan pembelajaran kitab kuning.
Ia menilai kombinasi tersebut menjadi keunggulan tersendiri di tengah perkembangan pendidikan pesantren di Indonesia.
Guru tugas Amtsilati Pusat, Ustadz M. Alfiya Ilfa, S.S.A., menyampaikan rasa bangga atas capaian para santri yang mampu menyelesaikan program Amtsilati dalam waktu relatif singkat.
Para wisudawan mampu membaca kitab Fathul Qorib beserta penjelasan i’rabnya di hadapan wali santri dan tamu undangan sebagai bentuk evaluasi pembelajaran.
Ketua Amtsilati Al Falakiyah, Ustadz Sulaeman Jamal, S.E., menjelaskan bahwa metode Amtsilati memberikan kemudahan dalam mempelajari ilmu nahwu dan shorof yang selama ini dikenal sulit oleh sebagian pelajar.
Keberhasilan program ini didukung penuh oleh keluarga besar pesantren, termasuk Abi KH. Tubagus Asep Zulfiqor, Umi Hj. Athoyyibah Muslim Al Hafidzoh, serta para putra pengasuh.
Pimpinan Amtsilati Al Falakiyah, Gus H. Tb. Farhan Muhammad Falak Al Hafidz, S.H., menyampaikan rasa syukur karena metode Amtsilati dapat berkembang di Al Falakiyah sebagai bentuk pengabdian kepada pengarang kitab Amtsilati, Abah KH. Taufiqul Hakim.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Nidzom Ad-Dien selaku Founder Perkumpulan Rekan Jabodetabek Amtsilati sekaligus Dewan Pembina Santri Mendunia memberikan motivasi kepada para santri agar terus meningkatkan kapasitas diri.
Ia menegaskan bahwa santri memiliki peluang besar untuk tampil di tingkat internasional melalui penguatan tradisi keilmuan pesantren, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan ilmu alat.
Salah satu wali santri, Dzaki Falah, mengungkapkan bahwa metode Amtsilati memberikan dampak positif terhadap perkembangan anaknya, baik dalam memahami bahasa Arab maupun membangun kedisiplinan belajar.
Melalui penyelenggaraan Haflah Khotmil Qur’an, Milad ke-14, dan Wisuda Perdana Amtsilati, Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Al Falakiyah terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang menguasai ilmu alat, memahami kitab turats, dan siap mengabdi kepada umat dan bangsa.
Penulis : aljawadd_
Editor : Fikri























2 Komentar