[ditty id=593]

 

Webinar Santri Mendunia Beasiswa Ungkap Strategi Raih DAAD EPOS, Dorong Santri Kuliah di Jerman

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Santri Mendunia Beasiswa Gelar Webinar “Menggapai Mimpi Kuliah di Jerman”, Awardee DAAD EPOS Bagikan Strategi Lolos Beasiswa dan Bangun Karier Global

Dokumentasi Santri Mendunia Beasiswa Gelar Webinar “Menggapai Mimpi Kuliah di Jerman”, Awardee DAAD EPOS Bagikan Strategi Lolos Beasiswa dan Bangun Karier Global

JAKARTA – Santri Mendunia Beasiswa kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka akses informasi pendidikan internasional dengan sukses menyelenggarakan webinar eksklusif bertajuk “Menggapai Mimpi Kuliah di Jerman: Kisah dan Strategi Awardee DAAD EPOS” pada Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring mulai pukul 08.15 WIB ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari santri, mahasiswa, akademisi, hingga para pemburu beasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

Webinar tersebut menjadi salah satu upaya nyata Santri Mendunia Beasiswa dalam meningkatkan literasi mengenai peluang studi internasional, khususnya melalui program DAAD EPOS (Development-Related Postgraduate Courses) yang dikenal sebagai salah satu skema beasiswa bergengsi di Jerman.

Hadir sebagai narasumber utama, Ghifari Pranurani Permana, penerima beasiswa DAAD EPOS, membagikan pengalaman pribadi sekaligus strategi yang berhasil membawanya lolos dalam proses seleksi yang kompetitif. Melalui pemaparan yang komprehensif, ia mengulas berbagai tahapan persiapan yang perlu dilakukan oleh calon pelamar agar memiliki peluang lebih besar memperoleh beasiswa.

Baca Juga: IDMI Perkuat Sinergi dengan Kementerian Agama RI, Dorong Penguatan Dakwah dan Pembinaan Da’i Muda di Era Digital

Menurut Ghifari, kesiapan dalam aspek bahasa merupakan fondasi utama yang tidak boleh diabaikan oleh para calon awardee.

“Bahasa merupakan hal yang paling krusial untuk dipersiapkan jauh-jauh hari,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris maupun bahasa Jerman membutuhkan proses pembelajaran yang konsisten dan tidak dapat dikuasai dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, persiapan bahasa sebaiknya dimulai jauh sebelum pembukaan pendaftaran beasiswa.

Selain kemampuan bahasa, Ghifari menyoroti pentingnya pengalaman kerja sebagai salah satu syarat yang mendapat perhatian besar dari penyelenggara DAAD EPOS. Program tersebut umumnya memprioritaskan kandidat yang memiliki pengalaman profesional minimal dua tahun sesuai dengan bidang studi yang akan diambil.

Tidak hanya itu, ia juga menekankan bahwa Letter of Motivation harus disusun secara matang dengan menunjukkan tujuan akademik, visi jangka panjang, serta kontribusi nyata yang akan diberikan kepada Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Jerman. Di samping itu, pemilihan program studi juga perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan latar belakang pendidikan maupun perjalanan karier pelamar.

Sesi webinar berlangsung semakin menarik ketika memasuki diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator Khoirul Hikmah Faqih. Ratusan peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi menyusun dokumen aplikasi, proses wawancara beasiswa, adaptasi budaya di Jerman, kehidupan akademik, hingga tips membangun jejaring internasional selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda Indonesia, khususnya kalangan santri, untuk melanjutkan pendidikan di tingkat global dan memanfaatkan peluang beasiswa internasional sebagai jalan mengembangkan kapasitas diri.

Direktur Santri Mendunia Beasiswa, Muhammad Khalid Albar, S.Kom., menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai beasiswa akan terus menjadi salah satu fokus utama lembaga dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

“Kami ingin teman-teman semua memiliki banyak informasi dan banyak pilihan untuk menentukan di negara mana mereka akan studi,” ujar Muhammad Khalid Albar.

Baca Juga: Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren, Menag Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan Seksual dan Bullying

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Santri Mendunia Beasiswa berencana menyelenggarakan webinar serupa secara rutin setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai negara dan berbagai jenis program beasiswa internasional maupun dalam negeri. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan referensi yang lebih luas kepada para santri dan pemuda Indonesia dalam merancang masa depan pendidikan mereka.

Program edukasi tersebut juga dirancang untuk membantu peserta membangun rekam jejak akademik (track record), memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan global tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter khas santri Indonesia.

Melalui penyelenggaraan webinar “Menggapai Mimpi Kuliah di Jerman”, Santri Mendunia Beasiswa berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peluang studi internasional, mempersiapkan diri secara matang, dan kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.

Penulis : Nurdin

Editor : Fikri

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia
Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa
4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya
Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup
Masjid Sejuta Pemuda Siap Jadi Tuan Rumah Festival Hari Santri Nasional 2026, IDMI Jawa Barat Hadirkan Kolaborasi Nasional untuk Syiar Islam dan Pemberdayaan Santri
Kemenag Resmi Ganti Matsama Menjadi Matamuda Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Perundungan dan Perpeloncoan Dilarang
Milad ke-14 Al Falakiyah Bogor: Wisuda Perdana Amtsilati dan Khotmil Qur’an Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 04:20 WIB

4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:50 WIB

Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:51 WIB

KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:18 WIB

Masjid Sejuta Pemuda Siap Jadi Tuan Rumah Festival Hari Santri Nasional 2026, IDMI Jawa Barat Hadirkan Kolaborasi Nasional untuk Syiar Islam dan Pemberdayaan Santri

Berita Terbaru