Bandung Barat 01 Januari 2026. Yayasan Babussalam Al Munawwir terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan yang menyeluruh dan berkelanjutan melalui penerapan model pembelajaran terpadu yang mengintegrasikan pendidikan agama, pendidikan umum, serta keterampilan enterpreneur. Yayasan ini beralamat di Kampung Cikokosan, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dan dipimpin langsung oleh Ust. Nenda Solihin bersama Ustd. Santika, S.Pd.
Sebagai lembaga pendidikan yang menaungi peserta didik dari berbagai jenjang, Yayasan Babussalam Al Munawwir tidak hanya menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai keislaman, tetapi juga membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan umum dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas secara intelektual, serta mandiri secara ekonomi.
Ust. Nenda Solihin menyampaikan bahwa pendidikan hari ini harus mampu menjawab tantangan masa depan. “Peserta didik tidak cukup hanya dibekali ilmu agama dan akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan hidup dan jiwa kewirausahaan agar mampu berdiri mandiri dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ustd. Santika, S.Pd. menegaskan bahwa model pembelajaran terpadu yang diterapkan di Yayasan Babussalam Al Munawwir dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat berkarya sejak dini. Berbagai program keterampilan, seperti pelatihan menjahit dan pengenalan dasar-dasar enterpreneurship, menjadi bagian dari proses pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pendidikan agama, umum, dan keterampilan, Yayasan Babussalam Al Munawwir berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pemahaman ilmu, tetapi juga siap menghadapi realitas sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Model pendidikan ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan berbasis keagamaan mampu berinovasi dan berkontribusi aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing
























Komentar