CIPUTAT, IkhbarNusantara — Minat generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri kembali menunjukkan tren positif. Sebanyak 600 peserta mengikuti Computer Based Test (CBT) Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Dalam seleksi tersebut, para peserta memperebutkan 50 kuota beasiswa yang terdiri atas 30 kuota program sarjana (S1), 10 kuota magister (S2), dan 10 kuota doktor (S3). Program ini merupakan jalur resmi untuk mendapatkan beasiswa dari Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) melalui Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Indonesia.
CBT dilaksanakan secara daring dan terpusat di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Minggu (7/6/2026), serta diikuti peserta dari berbagai daerah melalui jaringan Konsorsium Pusat Bahasa PTKI.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menilai program ini memiliki peran penting dalam mencetak generasi intelektual muslim Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
“Beasiswa Kerajaan Maroko bukan sekadar kesempatan melanjutkan studi di luar negeri, tetapi juga ruang pembentukan kader intelektual muslim Indonesia yang memiliki kompetensi akademik, penguasaan bahasa Arab, serta wawasan keislaman yang moderat dan berdaya saing global,” ujar Amien Suyitno.
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara berlapis melalui CBT dan wawancara untuk memastikan peserta yang direkomendasikan benar-benar siap menempuh pendidikan tinggi di Maroko.
Direktur PTKI, Sahiron, mengatakan bahwa kemampuan bahasa Arab menjadi salah satu indikator utama dalam proses seleksi karena berkaitan langsung dengan keberhasilan studi peserta di perguruan tinggi tujuan.
“Seleksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Timur Tengah. Kemampuan bahasa Arab menjadi aspek fundamental karena akan menentukan keberhasilan mereka dalam mengikuti proses akademik di kampus tujuan,” kata Sahiron.
Peserta yang berhasil lolos CBT akan melanjutkan ke tahap wawancara yang meliputi hafalan Al-Qur’an, qiraatul kutub, wawasan keislaman, dan wawasan kebangsaan. Komposisi penilaian akhir terdiri atas 60 persen nilai CBT dan 40 persen hasil wawancara.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiawan, memastikan seluruh sistem seleksi telah dipersiapkan secara matang untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan ujian.
“Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer dengan mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan panitia. Kami berupaya memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Pelaksanaan CBT memanfaatkan aplikasi Safe Exam Browser (SEB) yang terintegrasi dengan sistem pengawasan melalui konferensi video. Metode ini memungkinkan peserta dari berbagai daerah mengikuti ujian secara aman, efektif, dan tetap menjaga integritas proses seleksi.
Hasil CBT akan diumumkan pada 9 Juni 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti wawancara pada 10 Juni 2026, sebelum pengumuman akhir calon penerima Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 pada 12 Juni 2026.
Penulis : aljawadd_
Editor : Fikri
























Komentar