[ditty id=593]

 

Menag Nasaruddin Umar: Kerukunan dan Politik Bebas Aktif Jadi Modal Indonesia Bangun Perdamaian Dunia

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddinmar menilai kerukunan menjadi salah satu modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global saat menjadi narasumber Podcast Open The Door, Selasa 14/7/2026 (Dok. Kemenag RI)

Menag Nasaruddinmar menilai kerukunan menjadi salah satu modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global saat menjadi narasumber Podcast Open The Door, Selasa 14/7/2026 (Dok. Kemenag RI)

Jakarta, IkhbarNusantara.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan masyarakat Indonesia menjadi salah satu kekuatan strategis bangsa dalam menghadapi dinamika global. Pengalaman panjang Indonesia dalam menjaga keberagaman dinilai memperkuat posisi Indonesia untuk membangun komunikasi yang damai, terbuka, dan konstruktif di tengah berbagai kepentingan antarnegara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menjadi narasumber dalam Podcast Open The Door di Kantor Kementerian Agama yang ditayangkan pada Minggu (19/7/2026).

Menurut Menag, prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia memungkinkan bangsa ini menjalin hubungan baik dengan berbagai negara tanpa harus terjebak dalam rivalitas blok tertentu. Dengan prinsip tersebut, Indonesia dapat mengambil peran sebagai jembatan dialog di tengah dinamika geopolitik internasional.

Baca Juga : Ziarah Wali Songo dan Idul Khotmi Tijaniyah, 140 Ikhwan Ponpes Miftahulhuda Al-Musri’ Perkuat Spiritualitas

“Kita selalu menempuh politik jalan tengah. Kita bisa dekat dan berkomunikasi dengan siapa pun karena politik bebas aktif sebagaimana dituntunkan dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Menag saat menjadi narasumber Podcast Open The Door di Kantor Kementerian Agama yang tayang pada Minggu (19/7/2026).

Ia menegaskan, politik jalan tengah bukan berarti Indonesia memilih diam terhadap persoalan dunia. Indonesia tetap aktif menyampaikan pandangan, membangun komunikasi, dan ikut mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara damai.

“Konflik itu tidak bisa diselesaikan dengan bensin, tetapi harus disiram dengan air kesejukan,” tuturnya.

Menag menilai, kemampuan masyarakat Indonesia hidup dalam keberagaman agama, suku, bahasa, dan budaya merupakan modal sosial yang sangat berharga. Nilai tersebut tumbuh dari falsafah Pancasila dan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena itu, ia berharap generasi muda terus menjaga warisan kebangsaan tersebut.

“Saya berharap generasi kita sekarang ini dan generasi akan datang betul-betul mempertahankan prinsip dasar NKRI dengan falsafah Pancasila,” kata Menag.

Baca Juga : Ketika Amanah Menjadi Modal Terbesar Ekonomi Bangsa: Refleksi untuk Generasi Santri

Sebagai gambaran kondisi kerukunan nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 tercatat mencapai 77,89 atau berada pada kategori tinggi. Angka tersebut menunjukkan bahwa kerukunan menjadi modal penting bagi pembangunan bangsa sekaligus penguatan diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Menag juga mengulas budaya maritim Nusantara yang melahirkan karakter masyarakat Indonesia yang terbuka, adaptif, dan mudah membangun hubungan dengan berbagai pihak. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam memperkuat komunikasi lintas budaya dan menjaga perdamaian.

Di akhir paparannya, Menag mengajak generasi muda meneladani semangat para pendiri bangsa yang mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan. Dengan modal kerukunan, politik bebas aktif, serta pengalaman hidup dalam keberagaman, Indonesia diyakini akan terus menjadi bangsa yang mampu membangun persaudaraan dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Penulis : aljawadd_

Editor : Fikri

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Santri Tahfidz Al Aziziyah Banten Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand
Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia
Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa
Dua Santri Miftahulhuda Al-Musri’ Lolos International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand
Kiai Maman Imanulhaq: Keberhasilan Ekonomi Harus Diukur dari Keadilan Sosial, Bukan Sekadar Pertumbuhan
Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris kepada Wartawan, Tegaskan Profesi Jurnalis Harus Dihormati
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Penyebaran Isu Ijazah Jokowi
Ziarah Wali Songo dan Idul Khotmi Tijaniyah, 140 Ikhwan Ponpes Miftahulhuda Al-Musri’ Perkuat Spiritualitas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:29 WIB

Santri Tahfidz Al Aziziyah Banten Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Dua Santri Miftahulhuda Al-Musri’ Lolos International Conference Santri Mendunia di Malaysia, Singapura, dan Thailand

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:39 WIB

Kiai Maman Imanulhaq: Keberhasilan Ekonomi Harus Diukur dari Keadilan Sosial, Bukan Sekadar Pertumbuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:41 WIB

Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris kepada Wartawan, Tegaskan Profesi Jurnalis Harus Dihormati

Berita Terbaru