[ditty id=593]

 

Webinar Internasional Santri Mendunia Dorong Lahirnya Generasi Santri Adaptif di Era Digital

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

KENDARI, IkhbarNusantara – Pusat Pelatihan Santri Mendunia kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas santri melalui penyelenggaraan International Webinar bertajuk “Kitab Stay Open, Wifi Stays On: Adaptable Santri’s in the Digital Age” pada Ahad (7/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari santri, mahasiswa, guru, hingga pegiat dakwah digital.

Webinar internasional ini dirangkaikan dengan program Santri Talent Mapping Assessment, sebuah inisiatif yang bertujuan membantu santri mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan era digital.

Baca Juga: Roadshow Santri Mendunia 2026 Hadir di Cianjur dan Bandung, Buka Akses Beasiswa hingga Peluang Studi Internasional bagi Santri

Kegiatan diawali dengan pemutaran Mars Santri Mendunia dan dilanjutkan sambutan dari Founder Santri Mendunia, Moh. Abdul Aziz Nawawi, Ph.D. Ed. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menghadirkan generasi santri yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi keilmuan pesantren.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan umat. Oleh karena itu, santri dituntut memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan kemampuan literasi digital.

Santri Harus Menjadi Produsen Konten Positif

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi dari Ust. Hamdi Putra Ahmad, S.Ag., M.Phil., alumni University of Oxford. Ia membahas pentingnya membangun pola pikir santri digital yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dalam paparannya, Ust. Hamdi mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi di dunia digital, tetapi juga menjadi produsen konten yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, edukatif, dan relevan bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi ruang publik baru yang harus diisi dengan narasi-narasi kebaikan. Menurutnya, santri memiliki modal keilmuan dan integritas moral yang kuat untuk menghadirkan konten yang mencerahkan di tengah derasnya arus informasi digital.

Kitab Tetap Terbuka, Wifi Tetap Menyala

Sesi kedua menghadirkan Ust. Roihan Qowima, Content Creator sekaligus Admin Santri Mendunia SuperApps. Dalam materinya yang bertajuk “Kitab Tetap Terbuka, Wifi Tetap Menyala: Menjadi Santri Adaptif di Era Digital”, ia menjelaskan pentingnya menghubungkan tradisi intelektual pesantren dengan perkembangan teknologi modern.

Menurutnya, konsep “Kitab Stay Open” menggambarkan komitmen santri dalam menjaga tradisi keilmuan, adab, dan penguatan ilmu agama. Sementara “Wifi Stays On” mencerminkan keterbukaan terhadap inovasi, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana dakwah serta pengembangan diri.

Baca Juga: Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 Diikuti 600 Peserta, Kemenag Siapkan Calon Mahasiswa Terbaik ke Timur Tengah

Dalam kesempatan tersebut, Ust. Roihan juga membagikan berbagai strategi praktis dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada generasi muda. Mulai dari teknik storytelling, optimalisasi media sosial, hingga pentingnya menciptakan konten yang berdampak dan bernilai edukatif dibanding sekadar mengejar popularitas.

Antusiasme Peserta dan Pemetaan Potensi Santri

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu terkait dakwah digital, pengembangan karier santri, peluang pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi dalam dunia pesantren menjadi topik yang banyak dibahas.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta juga mengikuti Santri Talent Mapping Assessment, sebuah program pemetaan bakat dan minat yang dirancang untuk membantu santri mengenali potensi, karakter, dan kecenderungan kompetensi mereka.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pesantren yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Direktur Pusat Pelatihan Santri Mendunia, Ahmad Baiquni, S.Q., S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.

“Santri hari ini harus mampu berdiri di dua kaki sekaligus: kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan kompeten dalam menghadapi transformasi digital. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya generasi santri yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: RI dan Arab Saudi Perkuat Sinergi Haji, Bahas Tanazul Mina hingga Pengetatan Istithaah Kesehatan

Melalui webinar internasional ini, Pusat Pelatihan Santri Mendunia kembali menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan kapasitas santri yang berfokus pada penguatan keilmuan, kepemimpinan, literasi digital, dan kompetensi global untuk menghadapi tantangan masa depan.

Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad

Editor : Mulki Algifari

Follow WhatsApp Channel ikhbarnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia
Mama KH. Ahmad Faqih Dianugerahi Penghargaan Harlah ke-28 PKB atas Dedikasi bagi Pesantren dan Perjuangan Bangsa
4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya
Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup
Masjid Sejuta Pemuda Siap Jadi Tuan Rumah Festival Hari Santri Nasional 2026, IDMI Jawa Barat Hadirkan Kolaborasi Nasional untuk Syiar Islam dan Pemberdayaan Santri
Kemenag Resmi Ganti Matsama Menjadi Matamuda Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Perundungan dan Perpeloncoan Dilarang
Milad ke-14 Al Falakiyah Bogor: Wisuda Perdana Amtsilati dan Khotmil Qur’an Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswi IIQ Jakarta Jadi Delegasi International Conference Santri Mendunia 2026, Harumkan Pendidikan Islam Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 04:20 WIB

4 Contoh Pidato Upacara Pembukaan MPLS 2026, Lengkap dari Berbagai Gaya

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:50 WIB

Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:51 WIB

KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, PBNU Dorong Tradisi Keilmuan dan Penulisan Kitab Terus Hidup

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:18 WIB

Masjid Sejuta Pemuda Siap Jadi Tuan Rumah Festival Hari Santri Nasional 2026, IDMI Jawa Barat Hadirkan Kolaborasi Nasional untuk Syiar Islam dan Pemberdayaan Santri

Berita Terbaru