KENDARI, IkhbarNusantara – Pusat Pelatihan Santri Mendunia kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas santri melalui penyelenggaraan International Webinar bertajuk “Kitab Stay Open, Wifi Stays On: Adaptable Santri’s in the Digital Age” pada Ahad (7/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari santri, mahasiswa, guru, hingga pegiat dakwah digital.
Webinar internasional ini dirangkaikan dengan program Santri Talent Mapping Assessment, sebuah inisiatif yang bertujuan membantu santri mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Kegiatan diawali dengan pemutaran Mars Santri Mendunia dan dilanjutkan sambutan dari Founder Santri Mendunia, Moh. Abdul Aziz Nawawi, Ph.D. Ed. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menghadirkan generasi santri yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi keilmuan pesantren.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan umat. Oleh karena itu, santri dituntut memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan kemampuan literasi digital.
Santri Harus Menjadi Produsen Konten Positif
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi dari Ust. Hamdi Putra Ahmad, S.Ag., M.Phil., alumni University of Oxford. Ia membahas pentingnya membangun pola pikir santri digital yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam paparannya, Ust. Hamdi mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi di dunia digital, tetapi juga menjadi produsen konten yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, edukatif, dan relevan bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi ruang publik baru yang harus diisi dengan narasi-narasi kebaikan. Menurutnya, santri memiliki modal keilmuan dan integritas moral yang kuat untuk menghadirkan konten yang mencerahkan di tengah derasnya arus informasi digital.
Kitab Tetap Terbuka, Wifi Tetap Menyala
Sesi kedua menghadirkan Ust. Roihan Qowima, Content Creator sekaligus Admin Santri Mendunia SuperApps. Dalam materinya yang bertajuk “Kitab Tetap Terbuka, Wifi Tetap Menyala: Menjadi Santri Adaptif di Era Digital”, ia menjelaskan pentingnya menghubungkan tradisi intelektual pesantren dengan perkembangan teknologi modern.
Menurutnya, konsep “Kitab Stay Open” menggambarkan komitmen santri dalam menjaga tradisi keilmuan, adab, dan penguatan ilmu agama. Sementara “Wifi Stays On” mencerminkan keterbukaan terhadap inovasi, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana dakwah serta pengembangan diri.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Roihan juga membagikan berbagai strategi praktis dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada generasi muda. Mulai dari teknik storytelling, optimalisasi media sosial, hingga pentingnya menciptakan konten yang berdampak dan bernilai edukatif dibanding sekadar mengejar popularitas.
Antusiasme Peserta dan Pemetaan Potensi Santri
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu terkait dakwah digital, pengembangan karier santri, peluang pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi dalam dunia pesantren menjadi topik yang banyak dibahas.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta juga mengikuti Santri Talent Mapping Assessment, sebuah program pemetaan bakat dan minat yang dirancang untuk membantu santri mengenali potensi, karakter, dan kecenderungan kompetensi mereka.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pesantren yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Direktur Pusat Pelatihan Santri Mendunia, Ahmad Baiquni, S.Q., S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
“Santri hari ini harus mampu berdiri di dua kaki sekaligus: kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan kompeten dalam menghadapi transformasi digital. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya generasi santri yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan itu sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: RI dan Arab Saudi Perkuat Sinergi Haji, Bahas Tanazul Mina hingga Pengetatan Istithaah Kesehatan
Melalui webinar internasional ini, Pusat Pelatihan Santri Mendunia kembali menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan kapasitas santri yang berfokus pada penguatan keilmuan, kepemimpinan, literasi digital, dan kompetensi global untuk menghadapi tantangan masa depan.
Penulis : Luthfi M. Fikri Al Zawad
Editor : Mulki Algifari
























Komentar