JAKARTA – IkhbarNusantara.com – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi melepas keberangkatan 2.199 dai untuk bertugas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta kawasan perbatasan di seluruh Indonesia.
Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah dan penguatan kehidupan beragama selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan sosial dan moral bangsa, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Baca Juga Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H Digelar Hari Ini di Jakarta
Pelepasan dai berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Jakarta, Senin (16/2/2026). Sebagian peserta mengikuti acara secara daring dari berbagai daerah.
Hadir secara langsung Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, serta seluruh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.
Gerakan Nasional Terintegrasi untuk Wilayah Terluar
Acara pelepasan juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya:
- Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP, Amrullah
- Pimpinan BAZNAS KH. Ahmad Sudrajat
- Jajaran BAZNAS Provinsi Riau
- Kepala BPJS Kanwil Sumbar, Riau, dan Kepri Hengki Rosyidin
- Pimpinan LAZ serta ormas-ormas mitra dakwah
Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa program Dai 3T bukan sekadar agenda rutin, melainkan gerakan nasional terintegrasi yang melibatkan banyak unsur.
Negara Hadir Lewat Pembinaan Ruhani
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat kehidupan beragama.

“Program Dai 3T adalah bagian dari kebijakan nasional penguatan kehidupan beragama. Negara hadir bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembinaan ruhani dan penguatan ketahanan moral masyarakat,” ujar Muchlis.
Menurutnya, wilayah 3T dan perbatasan merupakan beranda depan bangsa, tempat ketahanan ideologi dan kebangsaan diuji.
Dalam konteks itu, pengiriman dai menjadi langkah penting untuk:
- memperkuat nasionalisme berbasis nilai agama
- mencegah radikalisme dan ekstremisme
- menjaga harmoni sosial di masyarakat
Dakwah di Pelosok, Amanah Berat di Hadapan Allah
Muchlis menekankan bahwa berdakwah di daerah terpencil bukan perkara mudah, namun menjadi tanggung jawab moral umat Islam.
“Berdakwah di daerah 3T dan wilayah perbatasan itu berat. Tetapi beban moral kita akan lebih berat lagi di hadapan Allah jika masih ada saudara kita yang belum memahami agama dan belum mampu membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Ia juga mengutip pesan Khalifah Umar bin Khattab tentang tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya, bahkan hingga hal kecil di tempat jauh.
Kolaborasi Kemenag, BAZNAS, LAZ, dan Ormas
Program Dai 3T telah digagas sejak lima tahun terakhir sebagai kerja kolektif nasional. Kemenag membangun sistem dan kebijakan, sementara BAZNAS, LAZ, serta ormas mitra memperkuat dukungan lapangan.
Kolaborasi ini membentuk ekosistem dakwah yang inklusif dan berkelanjutan.
Para dai yang dikirim bukan hanya penceramah, tetapi juga berperan sebagai:
- agen perubahan sosial
- penguat literasi Al-Qur’an
- pendidik karakter umat
- penjaga harmoni antarumat beragama
Dakwah yang dikedepankan adalah dakwah yang menenangkan, membangun optimisme, serta memperkuat kebangsaan.
Bertugas 32 Hari hingga Idulfitri
Program ini berlangsung selama 32 hari, dimulai sejak Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Selama bertugas, para dai akan mendapatkan pendampingan, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta dukungan logistik dan pembinaan berkelanjutan.
“Para dai bukan sekadar utusan Kementerian Agama. Mereka adalah wajah Islam dan wajah negara di pelosok negeri,” ujar Muchlis.

Komitmen Negara Tak Absen di Wilayah Perbatasan
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan hingga ke wilayah terluar Indonesia. Program Dai 3T menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ketahanan bangsa melalui pendekatan dakwah yang moderat, inklusif, dan membumi.
Melalui pelepasan ini, diharapkan para dai dapat menjalankan amanah dengan integritas dan semangat pengabdian, sehingga program Dai 3T benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga Siswi MTs di Sigi Tulis Surat Permintaan Menu MBG Spesial untuk Kado Ulang Tahun Ayah
Penulis : aljawadd_
Editor : Fikri













